Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, turut terasa hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat. Getaran tersebut membuat Awkarin terbangun dan turun dari kamar lantai atas tempat ia beristirahat.
Menurut informasi yang dimuat Beritasatu.com, gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 Wita. Awkarin sedang berada di Lombok untuk berlibur ketika getaran mencapai wilayah tersebut.
Selebritas dengan nama Karin Novilda itu semula tidak langsung mengaitkan guncangan dengan gempa. Ia mengira ada orang yang mengetuk pintu kamarnya sebelum menyadari tempat tidurnya bergerak.
“Gue pikir ada yang ngetok kamar gue, ternyata bukan ketokan pintu tetapi kasur gue goyang, ya sudah gue turun,” kata Awkarin. Ia membagikan cerita tersebut melalui media sosial pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Kasur Bergerak Membuat Awkarin Terjaga
Awkarin mengatakan dirinya mudah terbangun, termasuk ketika sedang tertidur lelap. Dalam keterangannya, gerakan kasur menjadi hal yang membuatnya terjaga saat getaran berlangsung.
“Gue itu gampang banget kebangun walaupun semabuk apa pun tadi malam, gue kebangun gara-gara tempat tidur gue bergerak, jadinya akhirnya gue ke bangun,” ujar Awkarin. Setelah memahami situasinya, ia memilih meninggalkan kamar di lantai atas.
Keputusan turun dari kamar diambil ketika kasur terus bergoyang. Pengalaman itu menunjukkan perubahan cepat dari waktu istirahat menjadi situasi yang memerlukan kewaspadaan.
Reaksi Lingkungan dan Rencana Selancar
Awkarin mengaku sempat panik saat menghadapi getaran tersebut. Namun, ia melihat orang-orang lokal dan wisatawan asing di sekitarnya tampak lebih santai.
“Wkwkwk gue panik, dan orang-orang lokal dan bule pada santai saja,” lanjutnya. Setelah kondisi aman, ia kembali melanjutkan istirahat.
Di tengah cerita itu, Awkarin juga menanyakan rencana kegiatan selancar yang ingin dilakukan. “Ini gue enggak usah surfing dulu kan ya?” ucapnya.
Unggahan tersebut merekam pengalaman Awkarin merasakan getaran gempa dari Nusa Tenggara Timur saat berada di Lombok. Momen itu sekaligus menggambarkan dampak guncangan yang mengusik aktivitas warga maupun wisatawan di wilayah yang turut merasakannya.






