Gerbang Kota Bogor, Lawang Suryakancana, hingga Jembatan Otista kini menjadi bagian dari penataan merah putih menjelang HUT ke-81 RI. Pembaruan tampilan itu menghadirkan nuansa kemerdekaan pada sejumlah titik yang lekat dengan identitas Kota Bogor.
Penataan dilakukan pada landmark yang memiliki fungsi berbeda, mulai dari akses kawasan kuliner hingga gerbang kota. Langkah ini juga diarahkan untuk menjaga estetika ruang publik dan merawat warisan budaya lokal.
Lawang Salapan Dasakerta atau Gerbang Kota Bogor memperoleh pengecatan merah putih sebagai salah satu titik utama program. Sementara itu, Jembatan Otista menjadi bangunan ikonis yang telah memakai pelapisan Weatherbond Max.
Lawang Suryakancana turut mendapatkan peremajaan warna yang lebih tegas. Gerbang tersebut dikenal sebagai pintu masuk menuju salah satu kawasan kuliner legendaris di Kota Bogor.
Penataan Landmark di Sejumlah Titik
| Lokasi | Material atau Warna | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| Gerbang Kota Bogor | Pengecatan merah putih | Gerbang Kota Bogor |
| Lawang Suryakancana | Pengecatan merah putih | Pintu masuk kawasan kuliner |
| Jembatan Otista | Weatherbond Max | Landmark kota |
Warna pelapisan yang dipakai mencakup Merah Merdeka 1945 dan Brilliant White 1001. Kombinasi tersebut disebut sudah diselaraskan dengan standar Pantone internasional untuk Bendera Indonesia.
Penggunaan warna merah putih memberi keseragaman visual pada landmark yang menjadi perhatian warga dan pengunjung. Di sisi lain, Weatherbond Max disebut menawarkan perlindungan terhadap cuaca dan ketahanan warna yang lebih lama.
Lawang Suryakancana sebagai Perwakilan Program Nasional
Lawang Suryakancana dipilih sebagai perwakilan pelaksanaan gerakan nasional Program Gapura Ikonis Merah Putih. Pilihan tersebut berkaitan dengan posisinya sebagai ikon kota dan gerbang menuju kawasan kuliner bersejarah.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa dukungan penataan kawasan diberikan untuk menyambut peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Ia juga menilai pembenahan tersebut penting untuk memperkuat kebanggaan warga terhadap warisan budaya lokal.
Program pengecatan dijalankan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Bogor dan sektor swasta dalam skema tanggung jawab sosial perusahaan. Nippon Paint mendukung pengecatan Lawang Suryakancana serta sejumlah gapura ikonis di wilayah lain.
Dedie mengapresiasi dukungan tersebut dan berharap kerja sama semacam ini dapat terus berjalan. Menurutnya, kepedulian bersama diperlukan untuk menjaga ruang publik dan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Bogor.
General Manager TU Division Nippon Paint Indonesia Mark Liew mengatakan aksi bersama ini diharapkan memberi dampak bagi masyarakat. Program tersebut juga ditujukan untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap ruang publik serta memperkuat gotong royong warga.
Perlindungan untuk Kapal Nelayan
Di luar pembenahan landmark perkotaan, program sosial ini mencakup pengecatan 4.800 kapal nelayan. Kapal milik Paguyuban Nelayan Putra Sang Fajar di Cilacap, Jawa Tengah, termasuk dalam kegiatan tersebut.
Bee Brand 1000 dan Nippon Copper Paint Anti-Fouling digunakan untuk melindungi lambung kapal dari organisme laut serta paparan cuaca. Upaya itu diharapkan membantu mempertahankan kondisi armada agar aktivitas nelayan di pusat perikanan nasional dapat berjalan optimal.






