Houthi menyatakan kesepakatan gencatan senjata informal pada Maret 2022 telah gugur setelah serangan Arab Saudi ke Bandara Sana’a. Kelompok tersebut kemudian mengumumkan operasi balasan ke Bandara Abha dan embargo maritim terhadap Saudi.
Pengumuman itu menandai peningkatan ketegangan setelah kedua pihak kembali saling menyerang. Houthi menyebut blokade laut mulai berlaku pada Senin (20/7), meski belum menguraikan bentuk pelaksanaannya.
Alasan di Balik Pengumuman Embargo
Houthi menyatakan embargo maritim diterapkan sebagai pembalasan atas tindakan Saudi yang dinilai sebagai provokasi. Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, kelompok itu mengatakan langkah tersebut didasarkan pada prinsip “mata dibalas mata”.
Kelompok yang mengendalikan Yaman itu menuduh Saudi telah menyerang dan mengepung negara tersebut selama hampir 12 tahun. Houthi juga menuding Saudi mengambil sumber daya Yaman serta membatasi pelabuhan dan bandara.
Menurut Houthi, pembatasan yang mereka tuduhkan mencakup jalur darat, laut, dan udara. Karena itu, embargo terhadap Saudi disebut sebagai tindakan balasan atas situasi yang mereka gambarkan sebagai pengepungan berkepanjangan.
Balasan Militer Menyasar Abha
Yahya Saree, juru bicara Houthi, mengatakan serangan Saudi ke Bandara Sana’a memicu operasi militer ke wilayah Saudi. Serangan balasan itu menargetkan Bandara Internasional Abha dengan rudal balistik dan drone.
“Menanggapi agresi kriminal Saudi ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha, menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone,” ujar Saree. Ia menyampaikan pernyataan itu setelah Houthi mengumumkan operasi balasan.
| Peristiwa | Pihak | Informasi Utama |
|---|---|---|
| Serangan ke Bandara Sana’a | Arab Saudi | Dilakukan pada pekan lalu setelah mendapat restu Presiden AS Donald Trump. |
| Serangan ke Bandara Abha | Houthi | Operasi balasan menggunakan sejumlah rudal balistik dan drone. |
Serangan Saudi ke Bandara Sana’a terjadi setelah Mohammed bin Salman dilaporkan berkomunikasi dengan Trump. Houthi menyebut operasi tersebut sebagai bentuk agresi terang-terangan terhadap Yaman.
Rangkaian serangan di dua bandara itu menjadi latar langsung bagi keputusan Houthi mengumumkan blokade laut. Namun, kelompok tersebut belum menjelaskan wilayah, sasaran, atau prosedur yang terkait dengan embargo tersebut.
Terhubung dengan Ketegangan Regional
Perseteruan Houthi dan Saudi berlangsung ketika perang antara Amerika Serikat dan Iran juga terjadi. Houthi dikenal sebagai milisi yang didukung Iran dalam dinamika konflik di kawasan.
Di sisi lain, Arab Saudi dan Amerika Serikat memiliki perjanjian pertahanan strategis. Perjanjian itu memperkuat kerja sama militer serta pencegahan serangan di Timur Tengah.
Kondisi tersebut membuat eskalasi di Yaman tidak berdiri sendiri. Pengumuman blokade laut menambah tekanan dalam konflik yang telah melibatkan kepentingan sejumlah pihak di kawasan.
Houthi menegaskan embargo itu merupakan bagian dari tindakan balasan mereka terhadap Saudi. Sementara rincian penerapannya belum tersedia, pengumuman tersebut memperlihatkan konflik kembali memasuki fase yang lebih tegang.






