Sebanyak 235 gempa susulan tercatat hingga pukul 14.00 WIB setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu subuh. Aktivitas lanjutan itu terjadi ketika sejumlah pesisir telah terdampak tsunami, dengan gelombang tertinggi mencapai 1,61 meter.
Reo di Manggarai dan Manggarai Timur menjadi lokasi dengan catatan gelombang paling tinggi. Tsunami juga terpantau di Maurole, Ende, serta Bulukumba dan Sape di Bima.
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah kondisi laut dipastikan aman. Lembaga tersebut sebelumnya menerbitkan peringatan hanya 2 menit 16 detik setelah guncangan utama.
Catatan Kenaikan Muka Air Laut
Perbedaan ketinggian gelombang tercatat melalui jaringan pemantauan muka air laut di sejumlah pesisir. Data menunjukkan dampak tsunami menjangkau wilayah yang tersebar di NTT hingga kawasan lain di sekitarnya.
| Lokasi terdampak | Ketinggian | Informasi utama |
|---|---|---|
| Reo, Manggarai dan Manggarai Timur | 1,61 meter | Gelombang tertinggi |
| Maurole, Ende | 0,94 meter | Tsunami terpantau mendarat |
| Bulukumba dan Sape, Bima | Lebih dari 0,5 meter | Terdampak gelombang |
Gempa tersebut dimutakhirkan BMKG memiliki kedalaman 15 kilometer. Penyebabnya adalah aktivitas Flores Back Arc Thrust atau sesar naik busur belakang Flores.
Peta intensitas mencatat getaran hingga VII MMI di Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Riung di Kabupaten Ngada, Kota Ambai, Manggarai, dan Ruteng. Intensitas ini menunjukkan warga di beberapa daerah mengalami guncangan sangat kuat.
Dampak di Labuan Bajo dan Pulau Padar
Di Labuan Bajo, guncangan merobohkan tembok depan Hotel Jayakarta dan menjebol plafon lantai satu. Dua wisatawan asal China terluka saat mencoba menyelamatkan diri.
Kerabat korban mengatakan keduanya telah dibawa ke rumah sakit dengan luka pada punggung, hidung, dan kaki. Keterangan tersebut diberitakan detikBali.
Sejumlah wisatawan asing di Pulau Padar juga dievakuasi oleh pemandu setempat. Mereka tengah menyaksikan matahari terbit dari puncak bukit ketika guncangan terasa di kawasan Taman Nasional Komodo.
Pemandu wisata dengan akun Instagram @s_toni berupaya menenangkan rombongan selama situasi berlangsung. “Jangan panik guys,” kata pemilik akun tersebut.
Waktu Pemulihan Sesar Aktif
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan aktivitas sesar aktif memerlukan waktu untuk kembali stabil. Berdasarkan pola rekaman gempa merusak di Maluku Utara sebelumnya, proses peluruhan alami diperkirakan berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu.
BMKG menyiapkan tim ahli dari pusat serta 14 Unit Pelaksana Teknis di NTT untuk memetakan mikrozonasi tanah. Pemetaan itu diarahkan untuk mendukung rekonstruksi bangunan yang lebih tahan gempa.
Warga diminta tidak memasuki bangunan retak atau yang berpotensi roboh dan terus mengikuti pembaruan resmi. Kondisi seismik dipantau melalui jaringan 553 sensor seismograf yang tersebar di Indonesia.






