Gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur memutus tiga jalur utama antarkabupaten akibat longsor dan tiang listrik tumbang. Guncangan juga merusak sejumlah fasilitas, termasuk Hotel Papita Mbay dan Hotel Jayakarta.
Di tengah gangguan akses tersebut, 986 wisatawan yang sempat terisolasi di Pulau Padar berhasil dievakuasi bertahap menuju Labuan Bajo. Pemindahan dimungkinkan setelah jalur pelayaran kembali dibuka.
Evakuasi melibatkan Kementerian Pariwisata, BPOLBF, serta KSOP Labuan Bajo. Labuan Bajo dipilih sebagai titik tujuan setelah kondisi pelayaran memungkinkan untuk dioperasikan kembali.
Dampak pada Penginapan dan Aktivitas Wisata
| Lokasi | Dampak |
|---|---|
| Hotel Papita Mbay | Mengalami kerusakan berat |
| Hotel Jayakarta | Mengalami kerusakan struktur |
Sejumlah tamu hotel di kawasan Labuan Bajo dipindahkan ke titik aman di luar gedung. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko ketika gempa susulan masih berpotensi terjadi.
Dampak bencana juga menjangkau agenda pariwisata di Manggarai Barat. Festival Golo Koe sempat ditutup sementara sebagai bagian dari respons terhadap situasi gempa.
Bandara Internasional Komodo masih beroperasi secara terbatas setelah lulus uji kelaikan. Operasional itu mendukung kebutuhan transportasi di tengah penanganan dampak gempa pada kawasan wisata Labuan Bajo dan sekitarnya.
Pusat Gempa di Mbay-Nagekeo
Gempa utama terjadi di kawasan Mbay-Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 15 kilometer.
Rangkaian gempa susulan tercatat hingga magnitudo 6,2. Data pemantauan sampai Sabtu sore menyebutkan empat orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka.
Peringatan dini tsunami telah dicabut sejak Sabtu pagi. Meski begitu, posko koordinasi terpadu tetap siaga untuk mengantisipasi perkembangan keadaan dan kemungkinan guncangan susulan.
Pembaruan Informasi Melalui Kanal Resmi
Kementerian Pariwisata meminta wisatawan, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat di Flores untuk tetap tenang. Masyarakat diminta tidak panik serta mengikuti pembaruan dari BMKG, BPOLBF, dan instansi berwenang.
Kerusakan infrastruktur publik dan sektor pariwisata masih terus didata secara berkala. Informasi kondisi wilayah terdampak akan diperbarui sejalan dengan penanganan pascagempa.
Pembukaan akses laut menjadi langkah penting untuk memindahkan wisatawan dari Pulau Padar. Sementara itu, kondisi jalur darat, layanan penerbangan, serta keamanan kawasan wisata tetap menjadi perhatian dalam respons darurat.






