Pemadaman massal setelah gempa di Pulau Flores tidak hanya mengganggu pelanggan listrik, tetapi juga layanan telekomunikasi dan BTS. Saat pasokan daya terputus, infrastruktur komunikasi di wilayah terdampak ikut mengalami gangguan.
PT PLN (Persero) menyatakan pemulihan pasokan bagi pelanggan terdampak kini telah mencapai sekitar 88 persen. Kembalinya listrik secara bertahap menjadi faktor penting untuk mendukung pemulihan layanan komunikasi.
Perbaikan sistem kelistrikan telah mengembalikan operasi seluruh gardu induk yang sebelumnya padam. Dari 59 penyulang terdampak, 58 telah kembali berfungsi normal.
Pemulihan Infrastruktur Kelistrikan
| Komponen | Perkembangan | Persentase |
|---|---|---|
| Gardu induk | 11 dari 11 telah menyala | 100% |
| Penyulang | 58 dari 59 telah beroperasi | 98,3% |
| Pasokan pelanggan | Berangsur dipulihkan | Sekitar 88% |
Seluruh 11 gardu induk yang terdampak kini beroperasi penuh. Pemulihan pada infrastruktur utama tersebut menjadi bagian dari upaya mengalirkan kembali daya ke pelanggan di Flores.
Investor Daily melaporkan 58 penyulang telah kembali normal, sedangkan satu lainnya masih ditangani. Penyulang merupakan bagian jaringan distribusi yang diperlukan untuk menyalurkan listrik setelah gardu induk beroperasi.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan tim PLN segera bergerak menangani kondisi sistem yang terdampak gempa. Penanganan di lapangan difokuskan pada pengoperasian kembali gardu induk dan jaringan penyulang.
PLN mengerahkan personel lapangan untuk mempercepat pekerjaan pemulihan. Langkah tersebut dilakukan agar perbaikan jaringan dapat berjalan lancar di kawasan yang masih mengalami gangguan.
Longsor Menghambat Perbaikan di Sejumlah Titik
Sejumlah lokasi masih membutuhkan penanganan karena mengalami kerusakan berat akibat material longsor. Tiang listrik dan jaringan yang roboh termasuk infrastruktur yang terus diperbaiki petugas.
Kerusakan fisik tersebut membuat pemulihan belum sepenuhnya selesai meski seluruh gardu induk telah kembali menyala. PLN masih berupaya memulihkan pasokan secara menyeluruh bagi pelanggan yang terdampak.
Gempa bumi terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 05.00 WITA. Setelah kejadian itu, infrastruktur dan sistem kelistrikan di Flores mengalami gangguan teknis yang memicu pemadaman massal.
Gangguan pada listrik kemudian berpengaruh pada ketersediaan daya untuk BTS dan layanan telekomunikasi. Karena itu, pemulihan jaringan listrik menjadi bagian penting dalam mengembalikan aktivitas layanan komunikasi di area terdampak.
Pulihnya 88 persen pasokan menunjukkan sebagian besar pelanggan telah kembali memperoleh listrik. Pekerjaan pada penyulang terakhir dan jaringan yang rusak akibat longsor masih berlanjut untuk mengejar pemulihan penuh.
PLN menempatkan perbaikan jaringan sebagai prioritas agar distribusi listrik dapat kembali mengalir dengan baik. Perkembangan pemulihan akan bergantung pada penanganan titik-titik kerusakan yang tersisa di Flores.






