Gapura, Relief, dan Furnitur Jati Bertahan di Kompleks Majapahit yang Kosong

Gapura besar, relief, arca, dan furnitur jati masih bertahan di sebuah kompleks bergaya Majapahit di Jawa Timur. Kawasan yang diperkirakan mencapai satu hektare itu kini tidak berpenghuni dan dibiarkan terbengkalai.

Bangunan yang kosong tidak sepenuhnya kehilangan isi ruangnya. Sejumlah perabot dan perlengkapan rumah tangga masih ditemukan, sementara semak belukar perlahan menutup bagian luar kompleks.

Furnitur Menjadi Sisa Penting di Dalam Ruangan

Meja, kursi, ranjang, lemari, dan sofa masih tersimpan di sejumlah bangunan. Sebagian perabot tersebut menggunakan kayu jati, demikian pula beberapa pintu dan kusen yang disebut masih dapat berfungsi baik.

Perlengkapan dapur juga tetap berada di lokasi, termasuk piring, gelas, dan cobek. Temuan itu menunjukkan sejumlah ruangan pernah digunakan untuk kebutuhan hunian sehari-hari.

Sajadah, peci, pakaian, dan buku-buku terlihat di beberapa bagian bangunan. Barang-barang tersebut menjadi penanda bahwa kawasan tidak sejak awal dirancang sebagai bangunan kosong.

KategoriContoh yang TerlihatKeterangan
StrukturRumah, ruangan, pintu, kusenSebagian besar masih kokoh
Isi hunianMeja, kursi, ranjang, lemari, sofaMasih tertinggal di bangunan
DekorasiGapura, arca, patung, reliefBeberapa bagian tertutup semak

Rancangan Majapahit Terlihat dari Area Luar

Unsur Arsitektur Majapahit tampak pada penggunaan gapura dan ornamen tradisional Jawa di berbagai titik. Tata letak elemen dekoratif itu memberi karakter berbeda dibanding deretan bangunan hunian biasa.

Patung sapi berukuran besar menjadi salah satu objek yang paling menonjol di kompleks tersebut. Kawasan ini juga memiliki arca menyerupai dewa-dewi, patung Ganesha, patung barong, kereta kencana, serta relief.

Sejumlah ornamen masih terlihat cukup jelas, tetapi sebagian lain mulai tersamarkan vegetasi. Pertumbuhan semak membuat detail dekorasi dan struktur tertentu tidak mudah dijangkau secara visual.

Bangunan Bertahan di Tengah Minim Perawatan

Ketahanan material menjadi salah satu alasan banyak unsur fisik kompleks masih dapat dikenali. Kayu jati pada elemen bangunan dan furnitur tampak membantu menjaga sisa struktur bertahan dalam kondisi minim perawatan.

Namun, kondisi kokoh pada sebagian bangunan tidak menghilangkan tanda-tanda keterbengkalaiannya. Area sekitar struktur terlihat tertutup tumbuhan liar, sedangkan ruang-ruang di dalamnya sudah tidak lagi dihuni.

Penelusuran dan Potensi Dokumentasi

Penampakan kawasan ini muncul melalui penelusuran kanal YouTube AhliRiwayat. Dokumentasi tersebut memperlihatkan bangunan tersebar di area kompleks dengan konsep arsitektur tradisional Jawa yang cukup matang.

Pontianak Post memandang lokasi ini berpotensi sebagai aset bernilai sejarah yang layak ditelusuri lebih lanjut. Nilai tersebut tidak hanya terletak pada bentuk bangunan, tetapi juga pada perabot serta ornamen yang masih tersisa.

Pencatatan susunan ruang, furnitur, patung, relief, dan gapura dapat membantu memahami jejak kawasan ini. Meski terbengkalai, kompleks di Jawa Timur itu masih menyimpan gambaran kemegahan melalui sisa unsur fisiknya.

Baca Juga