PT Gajah Tunggal Tbk menghadapi kenaikan bahan baku hingga dua digit, tetapi tidak menaikkan harga ban dalam besaran yang sama. Perusahaan memilih menjaga penyesuaian tetap terbatas sambil menyiapkan GitiXcursion RT untuk GIIAS 2026.
Strategi tersebut memperlihatkan dua fokus yang berjalan bersamaan, yakni menjaga daya saing di pasar dan memperluas pilihan produk. Pasar ban kendaraan penumpang disebut masih berada dalam kondisi stabil.
Produk Baru Disiapkan untuk Pelek Ring 18 dan 20
GitiXcursion RT akan diperkenalkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026. Produk ini tersedia dalam 12 pilihan ukuran untuk pelek ring 18 serta ring 20.
Ban tersebut ditujukan bagi kendaraan penumpang, termasuk SUV dan pikap. Beberapa model dari lima pabrikan disebut sesuai dengan pilihan ukuran GitiXcursion RT.
| Pabrikan | Model yang Disebut Sesuai |
|---|---|
| Toyota | Fortuner |
| Mitsubishi | Pajero Sport |
| Toyota | Hilux |
| Isuzu | mu-X |
| Ford | Ranger |
Kehadiran GitiXcursion RT memperluas agenda produk perusahaan pada kategori kendaraan berpelek besar. Peluncuran itu berlangsung ketika pengelolaan harga menjadi salah satu perhatian utama akibat meningkatnya biaya produksi.
Harga Tidak Semata Mengikuti Kenaikan Biaya
General Manager Domestic Sales Replacement Gajah Tunggal, Elly Pudjiati, mengatakan perusahaan tidak menjadikan kondisi internal sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan harga kepada konsumen. Posisi produk terhadap kompetitor perlu diperhitungkan sebelum penyesuaian dilakukan.
“Memang ada juga investasi dari raw material, tapi itu bukan menjadi pertimbangan paling utama. Karena kalau naikkan harga, harus tau posisi produk kami dibandingkan kompetitor,” kata Elly di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/7).
Biaya bahan baku disebut meningkat secara besar hingga dua digit sejak awal tahun. Namun, Gajah Tunggal tidak memilih menaikkan harga ban dalam kisaran dua digit pula.
“Maka kalau kita lihat, bahan baku naiknya luar biasa, sampai double digit. Apakah kami menaikkan harga double digit juga? Tidak. Ada berbagai pertimbangan lain,” tutur Elly.
Menimbang Konsumen dan Distributor
Perusahaan memandang kebijakan harga perlu menjaga kemampuan pasar dalam menyerap produk. Pertimbangan tersebut juga berkaitan dengan keberlangsungan bisnis distributor dan mitra usaha.
“Jadi, kami dari PT Gajah Tunggal memberikan kenaikan harga bukan hanya melihat apa yang terjadi di internal perusahaan,” ujar Elly. Konsumen masih memiliki beragam pilihan merek ban di pasar domestik, sehingga daya saing harga menjadi faktor yang diperhatikan.
Stabilnya segmen kendaraan penumpang menjadi salah satu pijakan untuk mempertahankan penyesuaian harga pada batas tertentu. Ban juga dinilai sebagai investasi keselamatan yang penting bagi pemilik kendaraan.
Menurut laporan CNNIndonesia.com, Elly menyebut Gajah Tunggal masih menjadi salah satu merek yang dipercaya untuk kebutuhan ban kendaraan. Ia juga mengatakan perusahaan tersebut berada di jajaran tiga besar perusahaan ban terlaris di Indonesia.
Dengan strategi ini, perusahaan berupaya menjaga pasar yang ada sambil menambah pilihan melalui GitiXcursion RT. Produk baru tersebut akan hadir untuk kendaraan SUV dan pikap yang menggunakan pelek ring 18 maupun ring 20.






