Lima wakil Indonesia memasuki FFWS SEA 2026 Fall dengan target besar, yakni merebut salah satu dari delapan tiket menuju FFWS Global Finals 2026. ONIC dan EVOS Divine menjadi perhatian karena harus langsung menguji roster baru di tengah persaingan regional yang lebih ketat.
Bigetron by Vitality, EVOS Divine, MBR Omega, ONIC, dan RRQ Kazu akan bertanding sejak 14 Agustus 2026. Turnamen ini mempertemukan 18 tim dari Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia dalam laga Battle Royale.
Tekanan terbesar akan terasa pada Knockout Stage yang berlangsung hingga 6 September 2026. Fase ini menentukan 12 tim yang berhak melaju ke Grand Finals, dengan enam tim lolos lebih awal dan enam lainnya ditentukan pada pekan penutup.
Jadwal Awal Lima Wakil Indonesia
Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu menjadi tim Indonesia pertama yang tampil pada pekan pembuka. RRQ Kazu kemudian kembali bermain sehari setelahnya, sementara ONIC, EVOS Divine, dan MBR Omega memulai kampanye pada 15 Agustus.
| Tanggal | Gabungan Grup | Wakil Indonesia |
|---|---|---|
| 14 Agustus 2026 | Grup A dan B | Bigetron by Vitality, RRQ Kazu |
| 15 Agustus 2026 | Grup B dan C | RRQ Kazu, ONIC, EVOS Divine, MBR Omega |
| 16 Agustus 2026 | Grup A dan C | Bigetron by Vitality, ONIC, EVOS Divine, MBR Omega |
Pada setiap matchday, dua grup digabungkan dalam satu lobi yang berisi 12 tim. Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu pada 14 Agustus akan berhadapan dengan Secret WAG dari Vietnam, Buriram United Esports, serta All Gamers Global atau AG.AL dari Thailand.
ONIC dan EVOS Membawa Susunan Baru
EVOS Divine melakukan perubahan dengan mendatangkan FaizMKS dan IKAL untuk mengisi posisi Rasyah serta Rey yang memilih rehat. Perombakan itu dilakukan setelah sejumlah hasil yang kurang memuaskan, termasuk pada EWC 2026.
ONIC juga memulai musim dengan fondasi baru setelah performanya menurun dalam beberapa kompetisi terakhir. Tim yang pernah menjuarai FFWS SEA Spring 2025 itu gagal mencapai Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring, tidak memperoleh tiket FFWS Global Finals 2025, dan melewatkan EWC 2026 di Paris.
Untuk membangun kembali kekuatannya, ONIC merekrut GEDAY dan Rattapoom Sunthalunai atau POOM dari Thailand. Kehadiran POOM membuat ONIC menjadi tim Indonesia pertama yang memasukkan pemain Thailand dalam roster kompetitifnya.
Pelatih ONIC Ahmad Fadly Masturoh atau Coach AFM menilai perubahan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari nama baru. “Kami perlu membangun kembali cara bermain, kepercayaan diri, dan rasa lapar untuk bersaing,” kata Coach AFM.
Fondasi Stabil dan Tantangan Pendatang Baru
Berbeda dari ONIC dan EVOS Divine, RRQ Kazu serta Bigetron by Vitality mempertahankan inti permainan dari musim sebelumnya. Konsistensi itu menjadi modal, tetapi keduanya tetap perlu membuktikan bahwa evaluasi musim lalu dapat menghasilkan pencapaian yang lebih baik di tingkat Asia Tenggara.
Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan atau Coach Ady, menyebut chemistry bukan lagi persoalan utama bagi timnya. Kepada Medcom.id, ia mengatakan, “Kami sudah cukup lama bermain bersama, jadi chemistry bukan lagi hal yang perlu kami cari.”
RRQ Kazu menjadikan hasil di EWC sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih rapi dan berani mengambil keputusan. Tim tersebut juga ingin menghindari terlepasnya peluang pada fase penting pertandingan.
MBR Omega datang sebagai juara Free Fire Nusantara Series 2026 Fall dan membawa Muhammad Akbar atau BARA. BARA memiliki pengalaman tampil di FFWS 2022, EWC 2024, FFWS Global Finals 2024, serta pernah memperkuat EVOS Divine.
Grand Finals akan digelar di Surabaya pada 19 dan 20 September 2026 melalui rangkaian Point Rush dan Champion Rush. Tim yang lebih dahulu mengumpulkan 110 poin lalu meraih Booyah akan dinobatkan sebagai juara, sementara pertandingan dapat disaksikan melalui YouTube, Facebook, dan TikTok Free Fire Esports ID mulai pukul 17.30 WIB.






