Tendangan keras dari King Polo membuat jempol Fedi Nuril mengalami cedera ringan saat syuting film Bapakmu Kiper. Bola itu datang dari luar kotak penalti dan berhasil ditahan Fedi yang sudah menggunakan sarung tangan.
Keberhasilan menahan bola sempat memancing sorakan orang-orang di sekitar lokasi pengambilan gambar. Namun, rasa sakit baru dirasakan Fedi setelah adegan selesai dan kamera tidak lagi merekam.
Tanta Ginting membenarkan bahwa Fedi tidak langsung menunjukkan rasa sakit ketika proses perekaman berlangsung. Reaksi kesakitan baru muncul setelah pengambilan adegan dihentikan.
Insiden tersebut terjadi ketika Fedi menjalankan peran Warto, mantan penjaga gawang antarkampung. Tokoh itu kembali bermain sepak bola demi membantu anaknya bertanding.
Warto dan Tantangan Menjadi Kiper
Fedi menghadapi tuntutan khusus karena posisi penjaga gawang bukan kebiasaan utamanya saat bermain sepak bola. Ia lebih sering bermain sebagai bek sehingga perlu mempelajari teknik untuk tampil sebagai kiper tarkam.
Pelatih khusus membantu Fedi memahami kebutuhan dasar penjaga gawang untuk keperluan peran tersebut. Persiapan itu diperlukan karena Warto diceritakan pernah memiliki kemampuan yang baik saat menjaga gawang.
Meski memiliki masa lalu sebagai kiper andal, Warto tidak ditampilkan sebagai pemain yang masih prima. Film ini menghadirkan komedi melalui perjuangannya kembali turun ke lapangan ketika usia tidak lagi muda.
Warto digambarkan mudah kehilangan napas dan mengalami keluhan fisik ketika bertanding. Perubahan kondisi tubuh itu menjadi kontras dengan reputasinya sebagai penjaga gawang pada masa lalu.
Karakter tersebut membuat Fedi perlu memperlihatkan dua sisi sekaligus dalam permainan. Ia harus menampilkan kemampuan dasar mantan kiper, tetapi tetap menunjukkan keterbatasan fisik yang menjadi bagian dari cerita.
Promosi di Lapangan Garam
Pengalaman Fedi sebagai penjaga gawang juga dibawa ke kegiatan promosi di Lapangan Garam, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Acara yang digelar pada Minggu (26/7/2026) itu menghadirkan pertandingan sepak bola antarkampung.
Fedi berdiri di bawah mistar untuk menghadapi lima tendangan penalti dari para pemain. Ia berhasil menepis satu tendangan dalam kegiatan yang turut diramaikan Tanta Ginting, Augie Fantinus, dan Cemen.
| Peristiwa | Rincian | Hasil |
|---|---|---|
| Uji penalti promosi | Lapangan Garam, Gunung Sindur | Menepis 1 dari 5 tendangan |
| Adegan syuting | Tendangan King Polo dari luar kotak penalti | Jempol Fedi cedera saat menahan bola |
Menurut Liputan6, King Polo adalah salah satu pemain tarkam yang direkrut khusus untuk kebutuhan film. Tendangannya menjadi tantangan nyata bagi Fedi yang sedang membangun karakter penjaga gawang di layar.
Rangkaian promosi di lapangan juga menunjukkan hubungan erat film ini dengan atmosfer sepak bola antarkampung. Fedi tidak hanya menjalani latihan untuk adegan, tetapi juga menghadapi langsung situasi tendangan penalti dalam kegiatan publik.
Cedera pada jempol menjadi bagian dari proses Fedi berpindah dari kebiasaan bermain sebagai bek ke peran penjaga gawang. Pengalaman itu memperlihatkan tuntutan fisik yang menyertai upayanya menghidupkan Warto dalam film tersebut.






