Bukan Sekadar Drone Udara, Falcon Strike Bawa Operasi AS ke Laut dan Bawah Laut

Falcon Strike tidak hanya mengandalkan drone yang bergerak di udara. Satuan tugas baru CENTCOM ini dirancang untuk mengoperasikan sistem tanpa awak di permukaan laut dan bawah laut, sehingga memperluas ruang operasi militer AS di Timur Tengah.

Unit tersebut juga dibentuk sebagai kekuatan pencegahan yang terintegrasi dan melibatkan lebih dari satu negara. CENTCOM mengumumkan Falcon Strike pada Kamis (13/8) dengan dukungan personel Amerika Serikat dan mitra regional.

Penggunaan perangkat pada tiga domain menjadi inti dari rancangan Falcon Strike. CENTCOM belum merinci jenis sistem tanpa awak yang dipakai maupun jumlah drone yang akan diterjunkan.

Integrasi Kemampuan Baru

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengatakan penggabungan kemampuan baru bersama mitra menjadi bagian penting dari strategi satuan ini. “Mengintegrasikan dan mengerahkan kemampuan baru kita bersama-sama akan membantu kita mewujudkan kemungkinan-kemungkinan baru yang ada di depan mata dengan cepat,” ujarnya.

Falcon Strike akan dioperasikan oleh staf pendukung militer yang berasal dari Amerika Serikat dan negara-negara mitra di kawasan. CENTCOM telah memulai proses konsultasi serta mengundang mitra regional untuk bergabung.

Keikutsertaan mitra regional diharapkan memperkuat kemampuan drone serang di Timur Tengah. Struktur gabungan tersebut juga menandakan bahwa Falcon Strike diposisikan sebagai wadah kerja sama militer multinasional.

Cooper menyatakan AS memiliki banyak kemitraan dan sahabat kuat di kawasan CENTCOM. “Kita secara kolektif lebih kuat ketika kita mengintegrasikan dan mengerahkan kemampuan baru bersama-sama,” katanya.

Soccent Memimpin Staf Falcon Strike

Staf Falcon Strike akan dipimpin oleh personel Komando Operasi Khusus Pusat AS atau Soccent. Komando yang sama sebelumnya turut meluncurkan Scorpion Strike, satuan tugas drone serang satu arah pertama militer AS di Timur Tengah.

Soccent bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara MacDill, Tampa. Tugasnya mencakup perencanaan operasi khusus di wilayah CENTCOM yang meliputi 21 negara di Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Selatan.

Keputusan menempatkan Soccent pada struktur Falcon Strike menghubungkan satuan baru itu dengan pengalaman pengoperasian unit sebelumnya. Falcon Strike sendiri dibentuk sembilan bulan setelah Scorpion Strike diperkenalkan.

SatuanSistem yang DicakupPosisi Operasional
Scorpion StrikeDrone serang satu arahSatuan tugas drone pertama AS di Timur Tengah
Falcon StrikeDrone udara, laut, dan bawah lautKekuatan pencegahan terintegrasi

Pengalaman Operasi Sebelumnya

Scorpion Strike mencapai sejumlah kemampuan operasional sebelum Falcon Strike dibentuk. Menurut CNN Indonesia, salah satu capaiannya adalah peluncuran drone serang dari kapal perang Angkatan Laut AS untuk pertama kalinya pada Desember lalu.

Satuan tersebut juga digunakan dalam perang AS bersama Israel melawan Iran yang disebut Operasi Epic Fury pada Februari lalu. Operasi itu mencakup serangan terhadap fasilitas pelabuhan Iran pada Juli.

Cooper menyebut Falcon Strike akan mengembangkan hasil yang diperoleh Scorpion Strike. “Satuan tugas Falcon Strike akan mengembangkan kesuksesan Scorpion Strike mengingat inovasi luar biasa yang terjadi di antara sekutu dan mitra regional kita,” kata Cooper.

Pernyataan itu menunjukkan CENTCOM melihat pengalaman unit pendahulu sebagai fondasi bagi kemampuan baru. Namun, Falcon Strike membawa cakupan yang lebih lebar karena memasukkan operasi tanpa awak di laut dan bawah laut.

Perbedaan cakupan tersebut memberi CENTCOM kerangka yang lebih luas daripada penggunaan drone pada satu platform. Detail mengenai pola operasi, perangkat yang digunakan, serta jumlah aset masih belum disampaikan.

Falcon Strike dengan demikian menggabungkan pengalaman drone serang sebelumnya, kepemimpinan Soccent, dan keterlibatan negara mitra regional. Pengembangan satuan ini menandai perluasan kemampuan drone serang AS di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga