Bukan Sekadar Nostalgia, Fabregas Puji Arsenal yang Tetap Teguh Saat Tertekan

Cesc Fabregas menilai keteguhan Arsenal saat berada dalam tekanan menjadi alasan utama perubahan besar yang kini terlihat di Emirates Stadium. Mantan kapten klub itu menyebut Arsenal tidak meninggalkan proyeknya meski pernah melalui hasil yang sulit.

Penilaian tersebut disampaikan Fabregas ketika membawa Como melawan Arsenal dalam laga uji coba. Duel di Emirates Stadium pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB berakhir 1-1, sebelum Arsenal menang lewat adu penalti.

Bagi Fabregas, pertandingan itu menghadirkan lebih dari sekadar persaingan di lapangan. Ia kembali ke stadion yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya, kali ini dengan tugas sebagai pelatih.

Arsenal Bertahan dengan Rencana

Fabregas melihat Arsenal telah menjalani proyek yang panjang, sekitar tujuh atau delapan tahun. Ia memuji klub karena tetap mempertahankan arah kerja ketika tekanan untuk meraih hasil semakin besar.

“Selamat buat klub yang secara umum memulai dari tujuh, delapan tahun lalu, ketika mereka mengawali proyek ini,” kata Fabregas, dikutip Metro. Ia menilai kesetiaan terhadap rencana jangka panjang semakin sulit ditemukan dalam sepak bola modern.

Menurutnya, Arsenal tetap menjaga persatuan dalam periode yang tidak mudah. Klub itu tidak meninggalkan fondasi yang telah dibangun, lalu menuai hasil dari proses tersebut.

Arsenal akhirnya mengakhiri penantian 12 tahun untuk meraih titel Premier League. Prestasi itu datang setelah tiga musim berturut-turut mereka finis di posisi runner-up.

Fabregas pernah menyampaikan pujian kepada Edu Gaspar dan Andrea Berta saat datang menyaksikan pertandingan Liga Champions. Ia menilai pihak-pihak di klub pantas mendapat apresiasi karena bersabar dan menjaga proyek tetap berjalan.

Identitas Tim yang Menarik Perhatian

Selain hasil dan proyek klub, Fabregas menyoroti karakter pemain Arsenal. Ia menilai skuad tersebut ingin memainkan sepak bola yang baik dan menunjukkan rasa hormat dalam permainan.

“Sebab sebagian besar tim ini, kalau Anda bicara dengan anak-anak ini, entahlah, mereka anak-anak yang baik, ingin memainkan sepakbola yang bagus, penuh rasa hormat,” sambung Fabregas. Ia juga memandang para pemain terus berusaha mengikuti rencana permainan tim.

Fabregas memberikan pujian kepada Mikel yang dinilainya bekerja sangat baik bersama Arsenal. Ia melihat banyak elemen positif dari tim yang kini dibangun mantan klubnya.

Pengamatan itu memiliki bobot tersendiri karena Fabregas mengenal Arsenal secara mendalam. Ia pernah tampil 303 kali, menjadi kapten, dan meraih satu trofi Piala FA selama berseragam klub London tersebut.

Kepulangannya ke Emirates pun membawa nuansa emosional. Fabregas tidak lagi bermain di tengah lapangan, tetapi tetap merasakan kedekatan kuat dengan tempat yang membentuk bagian besar kariernya.

“Sungguh, saya senang sekali bisa kembali ke sini dan mencium aroma semacam ini,” ujar Fabregas. Pernyataan itu menjadi pengakuan bahwa ia melihat perubahan Arsenal bukan hanya pada capaian gelar, melainkan juga pada identitas yang dibawa tim.

Arsenal memang memenangkan laga uji coba melalui adu penalti, tetapi komentar Fabregas memberi gambaran lain tentang perjalanan klub. Dari sudut pandang mantan kaptennya, Arsenal kini menikmati hasil dari keputusan untuk tidak menyerah pada proses.

Baca Juga