Sukoharjo Jadi Penangkapan Ke-10, Jejak OTT KPK Menjangkau 10 Kepala Daerah

Penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suharyani pada 9 Juli 2026 melengkapi daftar 10 kepala daerah yang terjaring OTT KPK sepanjang tahun ini hingga pertengahan Juli. Operasi tersebut menunjukkan rentang perkara yang lebar, mulai dari dugaan pemerasan hingga korupsi pengadaan.

Etik ditangkap bersama empat orang lain dan dijerat sebagai tersangka dugaan pemerasan di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Dua ASN, Richard Tri Handoko dan Tri Mulyo, juga disebut dalam perkara tersebut.

Rekap 10 Kepala Daerah Terjaring OTT

No.NamaDaerahTanggal
1MaidiKota Madiun19 Januari 2026
2SudewoKabupaten Pati19 Januari 2026
3Fadia ArafiqKabupaten Pekalongan3 Maret 2026
4Muhammad Fikri ThobariKabupaten Rejang Lebong9 Maret 2026
5Syamsul Auliya RahmanKabupaten Cilacap13 Maret 2026
6Gatut Sunu WibowoKabupaten Tulungagung10 April 2026
7EdisonKabupaten Muara Enim7–8 Juni 2026
8Suhardiman AmbyKabupaten Kuantan SingingiJuni 2026
9Syah AfandinKabupaten Langkat2 Juli 2026
10Etik SuharyaniKabupaten Sukoharjo9 Juli 2026

Daftar Perkara Kepala Daerah dalam OTT 2026

1. Maidi, Wali Kota Madiun

Maidi ditangkap pada 19 Januari 2026 bersama 14 orang lainnya. Ia menjadi tersangka dugaan pemerasan dana CSR dan gratifikasi bersama Rochim Ruhdiyanto serta Thariq Megah, Kepala Dinas PUPR Kota Madiun.

2. Sudewo, Bupati Pati

Sudewo juga ditangkap pada 19 Januari 2026 dalam perkara dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa. Dalam operasi itu, KPK menyita uang sekitar Rp2,6 miliar dan perkara tersebut turut melibatkan tiga kepala desa.

3. Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan

Fadia Arafiq ditangkap di Semarang pada 3 Maret 2026 ketika berada di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum. Ia ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing serta pengadaan lain di Pemkab Pekalongan selama periode 2023–2026.

4. Muhammad Fikri Thobari, Bupati Rejang Lebong

OTT pada 9 Maret 2026 di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menjaring 13 orang. Muhammad Fikri Thobari diduga menerima suap terkait ijon proyek bersama Harry Eko Purnomo selaku Kepala Dinas PUPRPKP.

5. Syamsul Auliya Rahman, Bupati Cilacap

Syamsul Auliya Rahman ditangkap bersama 26 orang lainnya pada 13 Maret 2026. Ia dijerat dalam perkara dugaan permintaan tunjangan hari raya kepada pihak tertentu, dengan Sadmoko Danardono selaku Sekda Cilacap turut menjadi tersangka.

6. Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung

Gatut Sunu Wibowo terjaring operasi pada 10 April 2026 bersama 17 orang lainnya. Ia diduga melakukan pemerasan dan menerima uang di lingkungan Pemkab Tulungagung bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal.

7. Edison, Bupati Muara Enim

Edison ditetapkan sebagai tersangka setelah operasi yang berlangsung di Jakarta dan Sumatera Selatan pada 7–8 Juni 2026. Perkara yang menjeratnya berupa dugaan suap proyek pengadaan dan gratifikasi bersama Abi Nurwardani, Adi Triadi, serta Cory Erin Hardi.

8. Suhardiman Amby, Bupati Kuantan Singingi

OTT pada Juni 2026 menjaring 10 orang di Kuantan Singingi dan Jakarta. Suhardiman Amby serta Sekda Kuansing Zulkarnaen kemudian menyerahkan diri dan ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan.

9. Syah Afandin, Bupati Langkat

Syah Afandin alias Ondim ditangkap pada 2 Juli 2026. Ia menjadi tersangka dugaan suap proyek bersama Yaqub Abdhal Al Mu’arif, pihak swasta yang juga disebut sebagai tim suksesnya pada Pilkada 2024.

10. Etik Suharyani, Bupati Sukoharjo

Etik Suharyani menjadi penangkapan terakhir dalam daftar OTT kepala daerah hingga pertengahan Juli 2026. Menurut catatan Beritasatu.com, perkara yang menjeratnya berkaitan dengan dugaan pemerasan di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

KPK turut mencatat 15 kepala daerah hasil Pilkada 2024 ditangkap melalui OTT dan ditetapkan sebagai tersangka sepanjang 2025 hingga 18 Juli 2026. Catatan pada 2025 mencantumkan Abdul Azis, Abdul Wahid, Sugiri Sancoko, Ardito Wijaya, dan Ade Kuswara Kunang.

Baca Juga