Ethereum Hijau Saat Bitcoin Melemah, Aksi Jual Besar Membebani Pasar

Pergerakan aset kripto utama tidak seragam ketika Bitcoin melemah, sementara Ethereum dan Binance Coin masih bergerak menguat. Kontras ini terjadi saat tekanan jual membuat Bitcoin kembali berada di bawah level 65.000 dolar AS.

Bitcoin diperdagangkan pada 63.360 dolar AS atau setara Rp1,13 miliar pada Jumat (14/8/2026) pagi. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin terdepresiasi 0,23 persen menurut data CoinMarketCap.

Ethereum dan Binance Coin Menguat Terbatas

Ethereum naik 0,22 persen dan menempati level 1.883 dolar AS. Binance Coin menguat 0,03 persen menjadi 610 dolar AS.

Aset KriptoPerubahan 24 JamHarga
BitcoinTurun 0,23%63.360 dolar AS
EthereumNaik 0,22%1.883 dolar AS
Binance CoinNaik 0,03%610 dolar AS

Kenaikan dua aset tersebut berlangsung terbatas dan belum mengubah kecenderungan hati-hati di pasar. Bitcoin tetap menjadi perhatian utama karena gagal melewati kisaran 65.000 dolar AS.

Kapitalisasi Pasar Kripto Menyusut

Kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun 0,01 persen menjadi 2,18 triliun dolar AS. Indeks CoinDesk 20 juga melemah 0,15 persen pada periode yang sama.

Pelemahan tipis pada nilai pasar global menunjukkan tekanan tidak hanya berkaitan dengan satu aset. Namun, arah harga di antara aset utama masih berbeda karena Ethereum dan Binance Coin mampu bertahan di zona positif.

Pasar spot yang menipis menjadi salah satu kondisi yang menahan pemulihan Bitcoin. Ketika volume perdagangan lebih rendah, aksi jual dapat memberi tekanan yang lebih terasa terhadap harga.

Transaksi 800 BTC melalui Wintermute

Lookonchain mencatat adanya penjualan 800 BTC dari dompet yang terhubung dengan Paxos melalui Wintermute. Nilai transaksi itu dilaporkan mencapai 50,72 juta dolar AS.

Dalam dua bulan terakhir, entitas tersebut telah melepas sekitar 2.500 BTC dengan nilai total sekitar 154 juta dolar AS. Penjualan skala besar tersebut menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan Bitcoin.

Investor Daily melaporkan Bitcoin sebelumnya tidak berhasil menembus area 65.000 dolar AS sebelum aksi jual muncul. Kegagalan tersebut membuat harga kembali tertahan pada area penahanan yang kuat.

Fokus Beralih ke Data Inflasi Amerika Serikat

Pelaku pasar selanjutnya menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat. Angka tersebut dinilai penting karena dapat memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.

Selama pasar menanti data itu, Bitcoin masih menghadapi tekanan jual serta hambatan di dekat 65.000 dolar AS. Arah pergerakan berikutnya akan menjadi perhatian setelah data inflasi Amerika Serikat dirilis.

Baca Juga