Emas Naik saat Rupiah Mendekati Rp18.000, Pasar Cermati Pergantian Gubernur BI

Harga emas dunia menguat ketika rupiah bergerak mendekati Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026. XAU/USD naik 1,16 persen ke USD4.100,18 per troy ons, mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap perkembangan ekonomi dan geopolitik global.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada pada Rp17.987,9 pada pukul 09.33 WIB. Rupiah melemah 0,45 persen atau 79,9 poin, sehingga posisinya sangat dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Kondisi tersebut berlangsung ketika indeks dolar AS tidak sedang menguat. DXY justru turun 0,30 persen ke level 101,000.

Kontras Pergerakan Dolar dan Rupiah

Pelemahan DXY bersamaan dengan tekanan terhadap rupiah membuat faktor domestik ikut menjadi perhatian pasar. Salah satu perkembangan yang dicermati adalah pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia.

Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri sebagai Gubernur Bank Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto pada Minggu, 26 Juli 2026. Presiden telah menerima surat tersebut dan akan melanjutkan administrasi pemberhentian secara hormat melalui Keputusan Presiden.

Bank Indonesia menyatakan fungsi bank sentral tetap berjalan normal dalam masa transisi. Pelaksanaan kebijakan moneter, stabilisasi nilai tukar, sistem pembayaran, dan kebijakan makroprudensial akan tetap mengikuti rencana yang telah ditetapkan.

Menurut Medcom.id, BI mengandalkan mekanisme kepemimpinan kolektif bersama para deputi gubernur untuk menjaga kesinambungan kebijakan. Langkah itu diharapkan dapat memelihara kepercayaan pasar saat proses pergantian pimpinan berlangsung.

Baht Memimpin Penguatan terhadap Rupiah

Pelemahan rupiah terjadi terhadap sejumlah mata uang regional dan global. Baht Thailand mencatat penguatan paling besar terhadap rupiah, disusul ringgit Malaysia dan yen Jepang.

Mata UangPerubahanNilai terhadap Rupiah
Dolar ASNaik 0,45%Rp17.987,9
Baht ThailandMenguat 0,76%Rp536,329
Ringgit MalaysiaMenguat 0,47%Rp4.405,84
Yen JepangMenguat 0,46%Rp109,99
Dolar SingapuraMenguat 0,36%Rp13.949,78
Yuan TiongkokMenguat 0,31%Rp2.657,40
EuroMenguat 0,25%Rp20.446,0
Won Korea SelatanTurun 0,30%Rp12,2547

Rupiah masih memiliki penguatan terhadap won Korea Selatan. Won turun 0,30 persen terhadap rupiah dan diperdagangkan pada Rp12,2547.

Pergerakan ini memperlihatkan bahwa tekanan rupiah cukup luas terhadap kelompok mata uang yang dipantau. Pasar menilai perkembangan global bersamaan dengan kepastian kesinambungan kebijakan bank sentral pada masa transisi.

Safe Haven Menjadi Pilihan

Kenaikan emas menjadi salah satu indikasi kehati-hatian investor. Aset safe haven mendapat perhatian saat pelaku pasar memantau stabilitas pasar keuangan dan perkembangan geopolitik.

Di dalam negeri, arah stabilisasi nilai tukar tetap menjadi salah satu agenda Bank Indonesia. Keberlanjutan pelaksanaan agenda itu akan terus diperhatikan ketika rupiah berada dekat level Rp18.000 per dolar AS.

Baca Juga