GOTO menghadapi eksklusi dari MSCI Global Standard Index ketika transaksi besar sahamnya berlangsung di pasar negosiasi pada harga Rp 25 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp 69,7 miliar, sedangkan harga GOTO di pasar reguler bertahan di Rp 50.
Penyesuaian indeks MSCI dijadwalkan berlaku mulai 1 September 2026 setelah penutupan perdagangan pasar modal pada 31 Agustus 2026. GOTO termasuk dua saham Indonesia yang dikeluarkan dalam MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review.
Manajemen GoTo menyebut peninjauan itu didasarkan pada pertimbangan teknis. Faktor yang disebutkan mencakup harga saham yang berada di batas bawah Rp 50 dan volume perdagangan yang rendah.
Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny menyatakan eksklusi tersebut bukan cerminan kondisi operasional perseroan. “Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GOTO dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami,” ujar Audrey, dikutip Antara pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Transaksi Rp 69,7 Miliar di Pasar Negosiasi
Transaksi besar itu terjadi pada Jumat, 14 Agustus 2026, melalui pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia. Data RTI mencatat volume yang berpindah mencapai 27.899.999 lot saham.
Belum ada informasi resmi mengenai siapa pihak penjual dan pembeli dalam transaksi tersebut. Latar belakang kesepakatan harga Rp 25 per saham juga belum dijelaskan kepada publik.
Pasar negosiasi memungkinkan pihak yang bertransaksi menentukan harga berdasarkan kesepakatan. Oleh sebab itu, harga Rp 25 dalam transaksi ini dapat berbeda dari harga saham yang terbentuk di pasar reguler.
| Indikator | Negosiasi | Reguler |
|---|---|---|
| Harga saham | Rp 25 | Rp 50 |
| Volume transaksi | 27.899.999 lot | 8,74 juta saham |
| Nilai transaksi | Rp 69,7 miliar | Rp 437,16 juta |
Aktivitas perdagangan reguler GOTO pada hari yang sama tercatat lebih kecil. Nilainya Rp 437,16 juta dari perpindahan 8,74 juta saham.
Di harga Rp 50, antrean penawaran jual saham GOTO tercatat mencapai 249.488.757 lot. Angka tersebut menunjukkan besarnya pasokan jual yang berada pada level harga reguler itu.
Operasional GoTo Mencatat Pembalikan Kinerja
Di luar dinamika pasar saham, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk melaporkan laba bersih Rp 607,48 miliar pada semester I-2026. Pada semester I tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp 580,01 miliar.
Pendapatan bersih perseroan tumbuh 28,45 persen secara tahunan menjadi Rp 10,99 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan bersih berada di Rp 8,55 triliun.
Total biaya dan beban meningkat 16,87 persen secara tahunan menjadi Rp 10,21 triliun. Pos tersebut sebelumnya tercatat Rp 8,73 triliun.
GoTo juga menyampaikan EBITDA Grup yang disesuaikan telah melampaui Rp 1 triliun untuk pertama kalinya. Perseroan menyebut angka itu masih sejalan dengan target EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun untuk setahun penuh.
Per 30 Juni 2026, total aset GoTo tercatat Rp 47,47 triliun. Jumlah liabilitas dan ekuitas perseroan pada tanggal yang sama juga berada pada Rp 47,47 triliun.
Manajemen menyatakan akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI mengenai peninjauan indeks tersebut. Sementara itu, fokus pengelolaan bisnis disebut tetap diarahkan pada penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.






