Dua penyelamatan Ewen Jaouen tidak cukup untuk menghindarkan Newcastle United dari kekalahan pramusim di St James’ Park. Newcastle akhirnya tunduk 2-3 dalam adu penalti kepada RC Strasbourg setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 pada waktu normal.
Kiper muda itu menepis tendangan pertama Strasbourg dan menggagalkan eksekusi Mateo Del Blanco. Namun, kegagalan sejumlah penendang Newcastle membuat peluang tersebut tidak berubah menjadi kemenangan.
Penentuan Berjalan hingga Sudden Death
William Osula dan Jacob Ramsey termasuk pemain Newcastle yang tidak berhasil mencetak gol dalam adu penalti. Kedua tim lalu melanjutkan persaingan ke fase sudden death.
Pape Demba Diop mengonversi penaltinya untuk membawa Strasbourg unggul dalam penentuan. Tembakan Bamba mengenai tiang, tetapi Strasbourg tetap mengakhiri laga dengan kemenangan 3-2.
| Bagian Laga | Situasi Penting | Dampak |
|---|---|---|
| Babak pertama | Osula mencetak gol dari umpan silang Jacob Murphy | Newcastle unggul |
| Babak kedua | Yassine memanfaatkan bola liar pada menit ke-69 | Strasbourg menyamakan skor |
| Adu penalti | Diop mencetak gol pada sudden death | Strasbourg menang 3-2 |
Hasil itu kontras dengan awal pertandingan yang lebih menjanjikan bagi Newcastle. Di hadapan sekitar 35.000 penonton, tuan rumah lebih dominan dan mampu membatasi ancaman lawan pada paruh pertama.
Keunggulan yang Tidak Bertahan
Newcastle memperoleh gol pada menit ke-43 melalui William Osula. Penyerang tersebut menyambut umpan silang terukur Jacob Murphy dari sisi kanan.
Gol itu membuat Newcastle memasuki jeda dengan keunggulan 1-0. Fabian Schär dan kapten Dan Burn ikut berperan menjaga pertahanan tetap tertata sepanjang babak pertama.
Strasbourg kesulitan menemukan ruang ketika dua pemain senior itu masih berada di lapangan. Newcastle mampu menjaga sirkulasi permainan dan meredam upaya tim tamu membangun serangan.
Tekanan Strasbourg Setelah Jeda
Situasi berubah ketika Schär dan Burn ditarik keluar untuk menjaga kondisi fisik. Newcastle lalu menurunkan pemain-pemain muda dengan pengalaman yang lebih terbatas di level teratas pada area pertahanan.
Strasbourg memanfaatkan perubahan tersebut dengan meningkatkan tekanan dan menaikkan garis pertahanan. Newcastle lebih sering dipaksa menghadapi bola di sekitar wilayah sendiri.
Gessime Yassine akhirnya menyamakan skor pada menit ke-69. Ia mengambil keuntungan dari keraguan para pemain bertahan Newcastle saat mengantisipasi bola liar.
Tidak ada gol tambahan hingga waktu normal usai. Pertandingan ini memperlihatkan bagaimana perubahan personel dapat memengaruhi kestabilan Newcastle, sementara Strasbourg menunjukkan respons efektif setelah tertinggal.
Kemenangan melalui adu penalti memberi Strasbourg hasil positif menjelang musim baru. Bagi Newcastle, laga ini menjadi pengingat bahwa peluang yang diperoleh dalam penentuan harus diikuti ketenangan para eksekutor.






