Dua Penalti Gagal di Jalan Besar, Singapura Kembali Kehilangan Peluang Besar

Stadion Jalan Besar kembali menghadirkan kegagalan penalti bagi Singapura dalam pertandingan besar. Shawal Anuar tidak mampu mengonversi peluang dari titik putih saat The Lions menghadapi Thailand di semifinal Piala AFF 2026.

Penalti pada menit ke-35 itu diselamatkan Kampol Pathomakkakul. Pada saat bersamaan, Singapura sedang tertinggal 0-2 dan membutuhkan gol untuk menjaga peluangnya di leg pertama.

Kegagalan Shawal mengingatkan pada peristiwa yang melibatkan Faris Ramli dan Timnas Indonesia. Dalam pertandingan Piala AFF 2020 di stadion yang sama, Faris juga gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor.

Catatan Dua Penalti yang Berakhir Tanpa Gol

TurnamenSituasi PertandinganPenendangHasil Eksekusi
Piala AFF 2020Skor 2-2 pada menit ke-87 melawan IndonesiaFaris RamliDitepis Nadeo Argawinata
Semifinal Piala AFF 2026 leg pertamaSingapura tertinggal 0-2 dari Thailand pada menit ke-35Shawal AnuarDitepis Kampol Pathomakkakul

Dua momen tersebut lahir dalam konteks pertandingan yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama datang ketika Singapura membutuhkan gol untuk memperbaiki situasi.

Pada duel Piala AFF 2020, kegagalan Faris terjadi ketika skor masih imbang 2-2. Singapura mendapat penalti setelah Pratama Arhan dinilai melakukan pelanggaran terhadap Ikhsan Fandi.

Nadeo Argawinata membaca eksekusi Faris dan menghempaskan bola keluar lapangan. Penyelamatan itu membuat Indonesia tetap bertahan dalam pertandingan yang berlangsung dengan tekanan tinggi.

Asnawi Mangkualam, yang menjadi kapten Indonesia, membungkuk ke arah Faris setelah penalti gagal. Indonesia lalu mengakhiri laga dengan kemenangan 4-2 dan unggul agregat 5-3.

Hasil tersebut membuat Indonesia melaju, sedangkan Singapura gagal mencapai final Piala AFF 2020. Kegagalan di titik putih menjadi salah satu momen penentu dalam pertandingan itu.

Thailand Memanfaatkan Keunggulan Awal

Melawan Thailand, Singapura lebih dulu tertekan oleh dua gol Teerasak Poeiphimai pada babak pertama. Ketertinggalan itu membuat penalti Shawal menjadi peluang berharga bagi tim tuan rumah.

Shawal, penyerang Lion City Sailors, maju untuk mengeksekusi hadiah penalti. Kampol kemudian menggagalkan upayanya dan menjaga keunggulan Thailand tetap dua gol.

Singapura tidak berhasil mengubah keadaan sebelum jeda. Thailand akhirnya menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 3-1 atas tuan rumah.

Menurut CNN Indonesia, kegagalan Shawal menjadi pengulangan memori pahit Singapura dari laga melawan Indonesia. Kesamaan lokasi dan besarnya kepentingan pertandingan membuat dua peristiwa itu sulit dipisahkan.

Perbedaan Situasi, Dampak yang Sama

Faris mengambil penalti saat Singapura berpeluang unggul dari Indonesia pada menit akhir. Sebaliknya, Shawal mengambil peluang saat timnya berusaha mengejar Thailand setelah tertinggal dua gol.

Dalam kedua kesempatan itu, kiper lawan tampil menentukan. Nadeo menjaga Indonesia tetap hidup dalam laga semifinal, sementara Kampol menghalangi kebangkitan Singapura pada babak pertama.

Jalan Besar kini menyimpan dua catatan penalti Singapura yang gagal menghasilkan gol dalam turnamen besar. Kedua laga tersebut juga berakhir dengan hasil yang tidak berpihak kepada The Lions.

Bagi Singapura, peluang dari titik putih kembali menunjukkan nilainya dalam pertandingan bertekanan tinggi. Satu penyelamatan dapat mempertahankan momentum lawan dan mempersempit ruang untuk mengubah hasil.

Baca Juga