Dua pertandingan uji coba dalam waktu singkat mengubah penekanan program Persib Bandung selama berada di Bali. Maung Bandung memilih menjaga ritme pemain dan menghindari penumpukan beban fisik sebelum menghadapi Sabah FC serta Bali United.
Persib dijadwalkan bertemu Sabah FC pada 15 Agustus, lalu melawan Bali United pada 18 Agustus. Selisih waktu yang pendek membuat kebutuhan pertandingan menjadi pertimbangan penting dalam pengaturan materi latihan.
| Tanggal | Pertandingan Uji Coba |
|---|---|
| 15 Agustus | Persib vs Sabah FC |
| 18 Agustus | Persib vs Bali United |
Persib tidak menghentikan pengembangan fisik pemain selama pemusatan latihan. Namun, peningkatan performa ditempuh secara bertahap agar kesiapan tim untuk bermain tetap terpelihara.
Latihan Fisik Tetap Berjalan
Pelatih fisik Karlo Reinholz menyatakan program latihan di Bali tetap memuat target kualitas fisik. Materinya dirancang melalui perpaduan kekuatan tubuh bagian bawah dan pergerakan yang sesuai kebutuhan sepak bola.
“Kami mengombinasikan antara kekuatan tubuh bagian bawah dan pergerakan spesifik sepakbola. Kami menargetkan beberapa kualitas fisik yang disertai dengan pengenalan program training camp,” kata Karlo Reinholz.
Program tersebut diarahkan untuk memberi rangsangan positif kepada para pemain. Persib juga ingin menjaga kelanjutan kondisi yang telah dibangun tim dalam beberapa pekan sebelumnya.
Pengelolaan fisik menjadi penting karena laga uji coba memberi tuntutan berbeda dibanding sesi latihan biasa. Pemain perlu menjaga kebugaran sekaligus mempertahankan kemampuan untuk menjalankan ritme permainan.
Agenda Bali sebagai Bagian Persiapan Turnamen
Persib memulai pemusatan latihan di Bali pada Selasa, 11 Agustus 2026. Tim asuhan Igor Tolic menjalani agenda ini sebagai bagian persiapan menuju Dewata Challenge Series 2026.
Program di Pulau Dewata dijadwalkan berlangsung hingga 19 Agustus. Selama periode tersebut, dua laga uji coba menjadi bagian utama dari proses persiapan Pangeran Biru.
Karlo menyebut tim kini berfokus meneruskan ritme yang sudah terbentuk. Upaya mengoptimalkan fisik dijalankan bersamaan dengan peningkatan performa sepak bola secara menyeluruh.
“Fokus utama kami kini adalah untuk meneruskan ritme yang sudah terbentuk di beberapa pekan terakhir, mengoptimalkan performa fisik, menjaga kebutuhan pertandingan dan secara bertahap meningkatkan performa sepakbola secara keseluruhan,” ujar Karlo.
Dengan pendekatan tersebut, Persib berusaha menyeimbangkan dua kebutuhan dalam satu agenda. Tim harus tetap memperoleh manfaat dari latihan, tetapi para pemain juga perlu siap menghadapi Sabah FC dan Bali United.






