Dua Insiden Penalti dan Kekalahan Pembuka Membuat Fenerbahçe Menekan TFF

Fenerbahçe menuntut perhatian TFF setelah merasa dirugikan oleh dua keputusan penalti dalam kekalahan 1-2 dari Gençlerbirliği. Protes itu muncul pada laga pembuka Liga Super Turki yang berlangsung Sabtu malam di Ankara.

Klub menganggap dua peluang penting tidak mendapat respons yang semestinya dari wasit. General Sekretaris Fenerbahçe Mahmut Uslu menilai persoalan tersebut perlu dicegah agar tidak berulang dalam pertandingan berikutnya.

Keberatan pada Situasi Talisca dan Mert

Fenerbahçe menempatkan insiden saat Talisca melepaskan tendangan sebagai salah satu keberatan utama. Uslu melihat adanya tangan terbuka dalam situasi itu, yang menurutnya layak menghasilkan tendangan penalti dan kartu merah.

“Pada situasi tendangan Talisca, jelas sekali tangan terbuka dan layak penalti serta kartu merah,” ujar Uslu. Ia juga menyampaikan ketidakjelasan mengenai penggunaan petugas VAR asing atau lokal dalam laga tersebut.

Uslu turut mengangkat insiden yang melibatkan Mert sebagai keputusan yang patut dipertanyakan. Ia menilai Fenerbahçe seharusnya memperoleh penalti dari kedua kejadian tersebut.

“Penalti Talisca dan juga Mert jelas-jelas seharusnya diberikan,” kata Uslu. Ia mengakui Fenerbahçe tampil buruk, tetapi tetap menilai keputusan itu tidak dapat diterima.

Kritik terhadap Perlakuan di Lapangan

Menurut Uslu, masalah yang dirasakan Fenerbahçe tidak terbatas pada dua insiden di area penalti. Ia menyebut seluruh duel yang dijalani timnya diperlakukan secara tidak adil selama pertandingan.

Ia meminta Ketua TFF memberi perhatian khusus terhadap keluhan tersebut. Fenerbahçe, kata Uslu, datang untuk bertanding secara adil dan menyesalkan perlakuan yang dinilai tidak seimbang.

“Jika liga seperti ini terus berjalan, maka tidak bisa berlanjut,” ujar Uslu. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa protes klub juga menyinggung prinsip pengelolaan kompetisi secara lebih luas.

Penjadwalan di Tengah Agenda Eropa

Selain keputusan pertandingan, Fenerbahçe menyoal penolakan permintaan untuk menunda laga melawan Gençlerbirliği. Uslu mengatakan klub telah menyampaikan permohonan itu pada Selasa, tetapi TFF tidak mengabulkannya.

Penundaan diminta karena Fenerbahçe sedang mempersiapkan pertandingan penting di Liga Champions. Klub disebut telah melakukan banyak transfer untuk membangun daya saing di kompetisi Eropa tersebut.

“Kami sudah meminta penundaan pertandingan pada Selasa, namun tidak dikabulkan. Pola pikir seperti ini terus berlanjut,” kata Uslu. Ia menambahkan bahwa TFF telah membuat keputusan prinsip soal penundaan pertandingan dan Fenerbahçe tidak dapat mengubahnya.

Fenerbahçe telah memenangi seluruh pertandingan kualifikasi Liga Champions yang dijalani. Uslu menilai catatan itu memperkuat alasan klub untuk meminta pertimbangan dalam pengaturan jadwal domestik.

Meski membuka musim dengan kekalahan, Fenerbahçe menilai persaingan masih panjang karena Liga Super Turki merupakan kompetisi yang berat. Uslu juga mencatat para pesaing telah mengalami kehilangan poin, sementara klubnya menegaskan kesiapan mengambil langkah yang diperlukan demi keadilan kompetisi.

Baca Juga