Dolar Australia Tertekan 0,10 Persen, Dolar AS Naik Tipis atas Rupiah

Dolar AS mencatat penguatan terbesar terhadap dolar Australia pada Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Mata uang AS naik 0,10 persen terhadap dolar Australia, jauh melampaui kenaikan tipisnya terhadap rupiah yang hanya 0,01 persen.

Terhadap rupiah, dolar AS diperdagangkan di Rp 17.879 atau naik 2 poin. Pergerakan ini mempertahankan posisi dolar di kisaran Rp 17.800-an pada perdagangan pagi.

Penguatan Dolar Tidak Merata

Kenaikan terhadap dolar Australia tidak mencerminkan kinerja dolar AS di seluruh pasar. Dolar justru melemah terhadap yen Jepang, dolar Singapura, dan yuan China dalam periode yang sama.

Yen Jepang mencatat penguatan paling besar terhadap dolar AS di antara tiga mata uang Asia tersebut. Dolar AS turun 0,04 persen terhadap yen, sedangkan penurunan terhadap dolar Singapura dan yuan China masing-masing 0,02 persen.

Mata UangPergerakan Dolar ASPerubahan
Dolar AustraliaMenguatNaik 0,10%
RupiahMenguatNaik 2 poin atau 0,01% ke Rp 17.879
EuroMenguatNaik 0,01%
Yen JepangMelemahTurun 0,04%
Dolar SingapuraMelemahTurun 0,02%
Yuan ChinaMelemahTurun 0,02%
Pound sterlingStagnan0,00%

Euro Naik Tipis, Pound Sterling Diam

Dolar AS juga menguat tipis 0,01 persen terhadap euro. Besaran pergerakan itu setara dengan persentase kenaikan dolar terhadap rupiah, meski penguatan pada rupiah dinyatakan pula dalam tambahan 2 poin hingga Rp 17.879.

Sementara itu, pound sterling tidak mengalami perubahan terhadap dolar AS. Pergerakan pasangan ini tercatat stagnan pada level 0,00 persen.

Data Bloomberg yang dilansir Detik Finance menunjukkan perbedaan kinerja dolar AS menurut pasangan mata uang. Penguatan terhadap dolar Australia menjadi yang paling besar, sedangkan tekanan paling nyata bagi dolar datang dari yen Jepang.

Posisi Rupiah dalam Pergerakan Global

Rupiah berada dalam kelompok mata uang yang melemah tipis terhadap dolar AS pada perdagangan pagi tersebut. Posisi ini berbeda dari dolar Singapura dan yuan China, yang mencatat penguatan terhadap mata uang AS.

Selisih arah itu memperlihatkan pasar valuta asing tidak membentuk pola tunggal bagi dolar. Mata uang AS dapat menguat terhadap rupiah, dolar Australia, dan euro, sambil melemah terhadap beberapa mata uang Asia.

Perubahan terhadap rupiah sendiri masih terbatas secara persentase. Kenaikan 0,01 persen menunjukkan bahwa dolar bergerak positif, tetapi belum meninggalkan kisaran Rp 17.800-an.

Dolar Australia menjadi pasangan dengan perubahan paling besar dalam daftar perdagangan pagi itu. Sebaliknya, pound sterling berada pada posisi paling stabil karena tidak mencatat kenaikan maupun penurunan terhadap dolar AS.

Rangkaian data tersebut menempatkan Rp 17.879 sebagai level penting bagi kurs rupiah pada Kamis pagi. Pada saat yang sama, kontras antara dolar Australia, yen Jepang, dan mata uang lain menunjukkan arah nilai tukar global yang terbelah.

Baca Juga