Dada ayam tanpa kulit sering dipilih saat diet karena dianggap lebih rendah lemak dan kolesterol dibandingkan bagian ayam lain. Dokter gizi mengingatkan pilihan tersebut tetap perlu diimbangi bahan makanan lain agar pola makan tidak timpang.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menekankan bahwa tubuh membutuhkan lebih dari sekadar satu jenis protein. Serat, vitamin, mineral, dan lemak dari sumber pangan lain tetap memiliki peran dalam menu penurunan berat badan.
Keunggulan Dada Ayam Tetap Ada
Dada ayam fillet tanpa kulit memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol bawaan makanan yang tergolong rendah. Karena itu, bahan ini dapat menjadi pilihan yang menguntungkan bagi orang yang sedang mengatur pola makan.
Namun, rendahnya lemak bukan alasan untuk menjadikan dada ayam sebagai satu-satunya lauk setiap hari. Menu yang kurang beragam dapat membatasi ragam zat gizi yang masuk ke tubuh.
Pengaturan Diet Dada Ayam sebaiknya tidak berhenti pada pemilihan potongan ayam. Pola makan perlu dirancang dengan memperhatikan keberagaman sumber protein dan kecukupan makanan berserat.
Pilihan Lauk untuk Bergantian
Ikan laut maupun ikan sungai dapat dimasukkan sebagai pengganti dada ayam dalam waktu tertentu. Kedua kelompok ikan itu disebut kaya akan omega-3, sehingga dapat melengkapi asupan protein harian.
Selain ikan, tersedia telur dan daging sapi tanpa lemak sebagai pilihan protein hewani. Tahu, tempe, serta edamame dapat digunakan untuk menambah pilihan protein nabati.
Ragam sumber protein tersebut penting untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi, seng, dan vitamin B12. Karena itu, Variasi Protein perlu menjadi bagian dari pengaturan menu, bukan sekadar pilihan tambahan.
dr Yaze menyampaikan, “Untuk kebutuhan serat dan nutrisi lain, jangan cuma dada ayam terus. Sesekali ganti dengan ikan laut atau ikan sungai karena kaya akan Omega-3.” Pernyataan itu disampaikan dr Yaze kepada detikcom.
Atur Porsi Sayur dan Buah
Sayur dan buah perlu hadir secara konsisten dalam program penurunan berat badan. Sayuran disebut lebih rendah kalori dan gula, sehingga dapat diberikan dalam porsi yang lebih besar.
Buah tetap dibutuhkan sebagai sumber vitamin dan antioksidan. Kandungan fruktosa pada buah perlu dipahami sebagai gula alami, bukan alasan untuk menghilangkan buah dari menu.
Untuk pembagian porsi, dr Yaze menganjurkan dua pertiga sayuran dan satu pertiga buah-buahan. Susunan Serat dan Buah tersebut membantu menjaga kecukupan serat sekaligus memberikan ragam nutrisi dari pangan utuh.
Dada ayam tanpa kulit tetap dapat menjadi bagian praktis dari pola makan untuk menurunkan berat badan. Kombinasi dengan lauk lain, sayuran, dan buah membuat kebutuhan gizi tidak hanya bertumpu pada satu bahan makanan.






