Di Balik Julukan The Special One, Mourinho Hadapi Ruang Ganti dan Konflik Klub

Julukan The Special One melekat pada Jose Mourinho, tetapi dokumenter Mourinho memperlihatkan sisi karier yang jauh lebih rumit daripada deretan trofi. Film tersebut mengangkat cara pelatih Portugal itu membangun pengaruh di ruang ganti sekaligus menghadapi konflik dengan petinggi klub.

Mourinho sendiri mengatakan sebutan itu merupakan ungkapan dari media Inggris dan ia menganggapnya berlebihan. Namun, citra sebagai pelatih dengan tuntutan tinggi terus mengikuti perjalanan kariernya di sejumlah klub besar Eropa.

Ikatan Kuat yang Dibangun dari Tuntutan Tinggi

Sejumlah mantan pemain menggambarkan Mourinho sebagai sosok keras yang tidak memberi ruang bagi penurunan standar. Pendekatan itu, menurut mereka, juga dapat menyatukan skuad dalam tujuan yang sama.

Javier Zanetti menyebut Mourinho berhasil membentuk ikatan seperti keluarga di Inter Milan. “Mourinho menyatukan pemain seperti keluarga. Kami akan melakukan segala cara untuknya,” kata mantan kapten Inter tersebut.

Zlatan Ibrahimovic memberi contoh lain tentang ketegasan Mourinho. Ia pernah menerima penghargaan pemain terbaik Serie A saat jeda pertandingan, tetapi tetap dikritik karena tampil buruk pada babak pertama.

“Itu karena di babak pertama saya main buruk,” ujar Ibrahimovic. Respons tersebut mencerminkan prinsip Mourinho bahwa apresiasi individu tidak boleh mengalihkan perhatian dari kebutuhan tim di lapangan.

TokohKlubSorotan Pengalaman
Javier ZanettiInter MilanMourinho membangun kebersamaan dalam skuad.
Zlatan IbrahimovicInter MilanStandar permainan tetap tinggi meski ada penghargaan.
Eden HazardChelseaKedatangannya disambut sebagai pelatih terbaik.

Eden Hazard juga mengenang kedatangan Mourinho di Chelsea dengan kesan positif. Ia mengutip Frank Lampard yang berkata, “lihatlah pelatih terbaik datang”.

Ketika Keberhasilan Berbenturan dengan Kebijakan Klub

Hubungan Mourinho dengan Chelsea pada awalnya ditandai keberhasilan besar. Ia membawa klub itu menjuarai Liga Inggris pada musim pertama dan musim kedua.

Situasi kemudian berubah karena hubungan dengan pemilik klub Roman Abramovich memburuk. Dokumenter tersebut menampilkan perbedaan pandangan mengenai pemain yang ingin direkrut untuk memperkuat skuad.

Mourinho mengatakan dirinya menginginkan Samuel Eto’o, sedangkan Chelsea mendatangkan Andriy Shevchenko. “Saya maunya klub beli Samuel Eto’o tapi malah beli Shevchenko. Ya dia memang dekat dengan petinggi-petinggi Chelsea,” kata Mourinho.

Ia menilai ada terlalu banyak campur tangan klub pada periode itu. Konflik tersebut berakhir dengan pemecatannya pada musim ketiga, meski Chelsea sebelumnya telah meraih dua gelar liga di bawah arahannya.

Konflik Internal di Real Madrid

Ketegangan serupa juga muncul dalam masa kerja Mourinho di Real Madrid. Ia sempat terlibat konflik internal dengan Iker Casillas, kapten tim yang kemudian dicadangkan.

Mourinho akhirnya meninggalkan Real Madrid setelah periode tersebut. Persaingannya dengan Pep Guardiola turut menjadi bagian dari cerita yang dibawa dokumenter itu.

Ketika ditanya mengenai anggapan bahwa kinerjanya selalu menurun pada musim ketiga, Mourinho tidak menerima penilaian itu. “Saya nggak percaya,” katanya.

Berawal dari Peran Asisten di Barcelona

Sebelum menjadi pelatih kepala, Mourinho bekerja sebagai asisten Sir Bobby Robson di Barcelona selama empat tahun. Ia memulai karier kepelatihan pada 2000 dengan bekal tugas yang mencakup pengamatan pertandingan, bantuan taktik, pencarian pemain, dan analisis lawan.

Nama Mourinho kemudian melejit setelah membawa Porto meraih Liga Champions pada periode 2002-2004. Pencapaian itu mengantarkannya ke Chelsea dan dilanjutkan dengan pengalaman di Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, Tottenham Hotspur, AS Roma, Fenerbahce, serta Benfica.

Dokumenter tersebut menempatkan seluruh perjalanan itu sebagai kisah tentang prestasi yang tidak pernah sepenuhnya terpisah dari benturan kepentingan. Bagi Mourinho, tuntutan terhadap pemain dan keinginannya menentukan arah tim kerap berjalan bersama konflik yang menyertainya.

Baca Juga