Decksa Pong Menang di Dua Kelas Vario, Regulasi AHDC 2026 Soroti Teknik Balap

Decksa Pong mencatat kemenangan pada dua kelas Honda Vario 160 di seri kedua Astra Honda Dream Cup 2026. Pebalap tim Tri Bintang FDR Champion itu menjadi yang terbaik di AHDC-4 dan AHDC-5 di Sirkuit NP GOR Satria, Purwokerto, Minggu (16/8/2026).

Hasil tersebut datang dari kelas balap yang membatasi pengubahan komponen motor. Mesin tetap standar dan sektor CVT juga masuk dalam bagian yang modifikasinya tidak bisa dilakukan secara bebas.

Regulasi itu membuat pebalap perlu mengandalkan keterampilan ketimbang mengejar keunggulan lewat ubahan kendaraan. Teknik pengereman, kemampuan menjaga laju, serta pengambilan tikungan menjadi aspek yang menentukan persaingan.

Honda Vario Evo 160 digunakan sebagai basis motor dalam format one make race pada AHDC 2026. Skutik 160 cc yang lazim dipakai untuk aktivitas harian tersebut mendapat tantangan berbeda ketika dibawa ke lintasan kompetisi.

Dua Kelas, Dua Kelompok Peserta

AHDC menyediakan dua kategori yang menggunakan Honda Vario 160 standar. Pembagian kelas dibuat untuk membuka jalur kompetisi bagi peserta pemula maupun pebalap nonprofesional.

KelasMotorKategori
AHDC-4Honda Vario 160 StandarPemula
AHDC-5Honda Vario 160 StandarNon Pro

AHDC-4 dirancang bagi pebalap yang berada pada tahap awal. AHDC-5 memberi wadah persaingan untuk peserta nonprofesional dengan basis motor yang sama.

Kesetaraan mesin dan pembatasan komponen utama membuat hasil di kedua kelas lebih menonjolkan penguasaan peserta atas motor. Pebalap dituntut memanfaatkan karakter tenaga Vario Evo 160 tanpa bergantung pada perubahan teknis yang berlebihan.

Skutik Masuk Jalur Pembinaan

PT Astra Honda Motor menggelar Astra Honda Dream Cup sebagai bagian dari pembinaan pebalap muda di Indonesia. Kejuaraan berjenjang ini pada musim 2026 memiliki total 12 kelas balap, dari motor sport hingga skutik.

Kehadiran kelas Vario menambah pilihan bagi peserta yang ingin merasakan atmosfer balap resmi. Format ini memperluas pembinaan untuk pebalap yang belum berada pada tingkat profesional.

Penggunaan skutik juga membawa pendekatan berbeda dalam kejuaraan tersebut. Honda Vario Evo 160 tidak hanya ditempatkan sebagai kendaraan praktis, tetapi juga sebagai motor kompetisi yang tunduk pada aturan teknis ketat.

Kompas Otomotif menyebut respons masyarakat terhadap kelas balap Vario Evo 160 pada musim sebelumnya menjadi alasan kategori ini kembali hadir pada AHDC 2026. Kelanjutan kelas tersebut menunjukkan format skutik tetap menjadi bagian dari rangkaian kejuaraan tahun ini.

Kemenangan Decksa Pong di Purwokerto memperlihatkan bahwa dua kategori Vario memiliki tingkat persaingan tersendiri. Dalam kondisi motor yang dibatasi, pebalap memperoleh ruang lebih besar untuk membuktikan konsistensi teknik dan strategi sepanjang balapan.

Baca Juga