Cruzeiro menunjukkan respons cepat setelah Corinthians menyamakan skor di Neo Quimica Arena. Serangan balik pada menit ke-81 berujung sundulan Wanderson yang memastikan kemenangan 2-1 bagi tim tamu.
Kemenangan pada pekan ke-23 Serie A Brasil itu diraih Cruzeiro di São Paulo pada Minggu, 16 Agustus 2026. Tim asuhan Artur Jorge sebelumnya memimpin lebih dahulu, lalu kembali unggul setelah Corinthians sempat membangkitkan harapan di babak kedua.
Tiga Gol dari Tiga Situasi Berbeda
Pertandingan menghasilkan tiga gol dengan proses yang berbeda. Cruzeiro memanfaatkan bola muntah untuk gol pertama, Corinthians membalas dari bola liar hasil situasi bola mati, lalu tim tamu menentukan kemenangan lewat serangan balik.
| Menit | Pencetak Gol | Tim | Situasi |
|---|---|---|---|
| 35 | Bruno Rodrigues | Cruzeiro | Bola muntah di depan gawang |
| 57 | Gustavo Henrique | Corinthians | Voli dari bola liar |
| 81 | Wanderson | Cruzeiro | Sundulan serangan balik |
Gol terakhir menjadi momen paling menentukan karena datang tidak lama setelah Corinthians menemukan jalan untuk menyetarakan kedudukan. Lucho Rodriguez mengirimkan umpan silang akurat saat Cruzeiro bergerak cepat ke depan.
Wanderson mengungguli Matheuzinho dalam duel udara dan mengarahkan bola ke gawang. Corinthians kembali tertinggal pada saat waktu pertandingan memasuki fase akhir.
Corinthians Bangkit melalui Bola Mati
Tuan rumah mencetak gol balasan pada menit ke-57 melalui Gustavo Henrique. Rodrigo Garro mengawali situasi tersebut lewat tendangan bebas yang mengarah ke tiang jauh.
Otavio tidak dapat menghalau bola dengan sempurna sehingga bola liar muncul di kotak penalti. Gustavo Henrique menyambarnya dengan voli untuk membuat skor menjadi 1-1.
Gol itu membuat pertandingan kembali terbuka setelah Cruzeiro unggul sepanjang babak pertama. Corinthians memperoleh dorongan penting, tetapi tidak mampu menjaga keseimbangan skor sampai peluit akhir.
Awal Keunggulan dari Tekanan Cruzeiro
Bruno Rodrigues membawa Cruzeiro memimpin pada menit ke-35. Rangkaian serangan bermula ketika Lucas Romero merebut bola di area pertahanan Corinthians.
Felipe Morais menerima aliran bola dari Romero dan melepaskan umpan silang ke kotak penalti. João Costa menyundul bola, tetapi Hugo Souza masih sempat menepisnya.
Bola muntah dari tepisan tersebut jatuh di depan gawang yang kosong. Bruno Rodrigues segera menyelesaikan peluang itu untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Keunggulan satu gol membuat Cruzeiro menutup paruh pertama dengan posisi lebih baik. Corinthians belum mampu menemukan penyelesaian akhir yang efektif dalam upaya mengejar gol sebelum jeda.
Pengawasan Pertandingan
Davi de Oliveira Lacerda bertugas sebagai wasit utama dalam pertandingan tersebut. Thiaggo Americano Labes dan Douglas Pagung mendampingi sebagai asisten wasit.
Paulo Renato Moreira da Silva Coelho menjalankan tugas pengawasan dari ruang VAR. Di lapangan, efektivitas Cruzeiro memanfaatkan peluang pada momen penting menjadi pembeda atas Corinthians.
Dua gol tim tamu lahir ketika lini pertahanan Corinthians tidak dapat mengamankan bola di area berbahaya. Gol Wanderson pada pengujung laga akhirnya menutup kesempatan tuan rumah untuk mengubah hasil di Neo Quimica Arena.






