Cip Snapdragon Akan Lebih Mahal, Harga HP Android hingga Laptop Bisa Ikut Naik

Harga perangkat elektronik yang memakai cip Snapdragon berpotensi meningkat setelah Qualcomm dilaporkan menyiapkan penyesuaian harga mulai 1 September 2026. Dampaknya dapat menjangkau ponsel Android premium, laptop Windows, tablet, hingga perangkat wearable.

Produsen perangkat belum mengungkap model yang akan langsung mengalami penyesuaian harga. Namun, luasnya penggunaan Snapdragon membuat perubahan biaya di tingkat cip berpeluang terasa pada berbagai segmen produk konsumen.

Produk yang Berpotensi Terkena Dampak

Kelompok yang paling diperhatikan adalah smartphone flagship Android dari sejumlah merek besar. Laptop Windows berbasis Snapdragon juga dapat menghadapi kenaikan biaya ketika produsen mulai memesan cip dengan harga baru.

Kategori PerangkatProduk atau Merek yang DisebutPotensi Dampak
Smartphone flagship AndroidSamsung, Xiaomi, OnePlusHarga jual berpotensi naik
Laptop WindowsLaptop berbasis SnapdragonBiaya komponen dapat meningkat
Wearable dan perangkat pintarMeta Ray-Ban Smart Glasses, Meta Quest, Galaxy Watch 9Berpotensi terdampak biaya cip
Perangkat mobile lainTablet premium, ponsel lipat, earbud nirkabelHarga jual dapat terpengaruh

Selain ponsel dan laptop, dampak tersebut juga dapat merambah Meta Ray-Ban Smart Glasses, headset Meta Quest, serta Galaxy Watch 9. Tablet premium, ponsel lipat, dan earbud nirkabel termasuk kategori lain yang berpotensi menghadapi tekanan biaya.

Besaran kenaikan pada harga produk akhir tidak akan selalu sama di setiap merek. Strategi penetapan harga produsen, jenis cip yang digunakan, dan volume pemesanan akan menentukan seberapa besar biaya tambahan diteruskan kepada konsumen.

Harga Baru Berlaku untuk Pesanan Setelah September

Bloomberg, yang dikutip Beritasatu, melaporkan Qualcomm telah mengirim pemberitahuan kepada pelanggan utama mengenai kenaikan harga cip dalam besaran dua digit. Pesanan yang dilakukan setelah 1 September akan dikenai harga baru yang lebih tinggi.

Perkiraan besaran kenaikan tersebut masih memiliki rentang yang berbeda. Nikkei Asia sebelumnya memperkirakan harga cip Qualcomm dapat naik sekitar 5% hingga 10%, bergantung pada jenis cip dan volume pesanan pelanggan.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa dampak kebijakan tidak otomatis seragam pada seluruh lini Snapdragon. Produsen dengan kebutuhan cip dan skala pembelian yang berbeda dapat menghadapi struktur biaya yang tidak sama.

Tekanan dari Pasokan Semikonduktor

Qualcomm disebut menghadapi kenaikan biaya produksi yang semakin sulit diserap sepenuhnya. Ruang perusahaan untuk menanggung lonjakan biaya dari pemasok komponen juga dilaporkan makin terbatas.

Upaya mencari pemasok alternatif belum cukup meredakan tekanan tersebut. Kondisi ini mendorong kemungkinan Qualcomm meneruskan sebagian tambahan ongkos kepada pelanggan guna menjaga margin keuntungan.

Tekanan pasokan terutama berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan semikonduktor dan memori untuk pembangunan pusat data berbasis AI. Komponen yang dicari industri AI turut digunakan dalam perangkat elektronik konsumen, sehingga persaingan pasokan menjadi lebih ketat.

Ketatnya persaingan itu dapat membuat produsen perangkat menghadapi biaya komponen yang lebih tinggi. Efeknya baru berpotensi terlihat ketika perusahaan mulai mengumumkan produk baru setelah kebijakan harga cip diterapkan.

Kapasitas TSMC Masih Menjadi Faktor Penting

TSMC berperan penting dalam rantai pasokan ini karena memasok kebutuhan cip bagi Qualcomm, Apple, Nvidia, dan sejumlah perusahaan teknologi lain. Perubahan biaya di tingkat manufaktur dapat memengaruhi harga cip yang kemudian dibayar produsen perangkat.

Produsen cip asal Taiwan tersebut terus menambah fasilitas manufaktur, tetapi kapasitas produksinya masih menghadapi keterbatasan. Analis memperkirakan tekanan pasokan cip dapat berlanjut hingga 2027.

Posisi Qualcomm sebagai salah satu mitra utama TSMC membuat kondisi manufaktur semikonduktor tetap relevan bagi harga Snapdragon. Konsumen perlu menunggu pengumuman produk baru untuk melihat apakah tambahan biaya itu benar-benar diteruskan ke harga jual.

Baca Juga