Seluruh Chery Q Dirakit Lokal, Ribuan Pemesan Menanti Kesiapan Komponen

Seluruh Chery Q yang dipasarkan di Indonesia akan dirakit di dalam negeri, tanpa pilihan unit Completely Built Up atau CBU. Strategi tersebut menjadi krusial karena jumlah pesanan model ini telah mencapai lebih dari 3.000 unit dan masih terus meningkat.

Kesiapan pabrik domestik kini harus berjalan seiring dengan pasokan komponen dari China. Kelancaran dua faktor itu akan menentukan kecepatan kendaraan sampai kepada para pemesan setelah GIIAS 2026.

Tidak Ada Chery Q CBU untuk Indonesia

Chery memilih skema CKD, atau lebih tepatnya SKD, untuk produksi Chery Q di pasar Indonesia. Perakitan seluruh unit akan dilakukan di fasilitas pabrik dalam negeri sejak awal pemasaran.

Head of Brand & Marketing Chery Business Unit Chery, Arthur Panggabean, menegaskan bahwa versi CBU tidak akan berada di pasar. Pernyataan tersebut disampaikan Arthur sebagaimana dikutip otomotif.kompas.com.

Penggunaan skema SKD Chery Q menjadikan kemampuan manufaktur lokal sebagai fondasi pemenuhan permintaan. Chery juga masih memfinalisasi angka tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN untuk model tersebut.

Perusahaan menyiapkan sejumlah pengumuman lain pada tahun ini yang berkaitan dengan produksi dan produk di Indonesia. Namun, rincian pengumuman tersebut belum dijelaskan lebih lanjut.

Komponen StrategiKeterangan
Skema perakitanCKD atau lebih tepatnya SKD di Indonesia.
Unit impor utuhTidak ada versi CBU untuk pasar Indonesia.
Pesanan saat iniTelah menembus lebih dari 3.000 unit.
Kapasitas pabrikAkan ditambah untuk mengantisipasi permintaan.

Rantai Pasok Masih Menjadi Tantangan

Produksi lokal tidak terlepas dari kebutuhan komponen dan pengiriman barang dari China. Arthur menyebut terdapat hambatan pada penyediaan barang serta logistik di China setelah bencana alam.

Kondisi tersebut berimbas pada persiapan Chery di Indonesia. Perusahaan perlu mengatur kesiapan produksi secara lebih cermat sebelum kendaraan siap dikirim kepada konsumen.

Chery telah menyiapkan tambahan lini produksi untuk merespons tingginya kebutuhan kendaraan. Langkah ini berjalan bersamaan dengan penyesuaian terhadap ketersediaan komponen dan kondisi rantai pasok.

Tambahan kapasitas diharapkan menjaga ketersediaan Chery Q saat proses pengiriman ditingkatkan. Namun, laju pemenuhan pesanan tetap dipengaruhi oleh kelancaran suplai dari luar negeri.

Fokus Beralih ke Pengiriman Setelah Pameran

Setelah GIIAS 2026 selesai, Chery akan memberi perhatian lebih besar terhadap pengiriman unit. Perubahan fokus ini terjadi ketika pesanan terus bergerak naik di tengah upaya perusahaan mempercepat produksi.

Arthur mengatakan Chery berusaha mempersingkat proses dari pemesanan hingga kendaraan diterima konsumen. “Secepatnya kami usahakan. Memang butuh waktu dari pemesanan sampai pengirimannya nanti, tetapi kami masih berusaha sebaik mungkin,” katanya di Bekasi.

Prioritas Pengiriman Chery Q berarti produksi, komponen, dan distribusi harus diselaraskan dalam waktu yang sama. Kesiapan tiap tahapan akan menentukan seberapa cepat ribuan pemesan memperoleh kendaraan mereka.

Dengan tidak adanya unit CBU, pabrik dalam negeri memegang peran penuh dalam penyediaan kendaraan untuk pasar Indonesia. Sesudah GIIAS 2026, kemampuan produksi lokal dan stabilitas pasokan akan menjadi penentu utama pemenuhan pesanan Chery Q.

Baca Juga