Kenaikan APBN dari Rp1.500 triliun hingga Rp3.000 triliun harus menghasilkan perubahan yang jelas bagi masyarakat. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan besarnya belanja negara tidak boleh hanya menjadi angka tanpa manfaat terukur.
Ia meminta politik anggaran diarahkan kepada kebutuhan warga yang nyata dan mudah dirasakan. Salah satu contoh yang ia kemukakan ialah pembangunan jembatan di daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses.
Deret Angka dan Tanggung Jawab Belanja Negara
Cak Imin menyebut perkembangan nilai APBN dalam beberapa tahapan untuk menggambarkan besarnya tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, peningkatan kapasitas anggaran harus dibarengi kebijakan yang dapat mengubah kondisi ekonomi nasional.
| Tahapan Anggaran | Nilai APBN |
|---|---|
| Nilai sebelumnya | Rp1.500 triliun |
| Peningkatan berikutnya | Rp1.800 triliun |
| Peningkatan berikutnya | Rp2.000 triliun |
| Peningkatan berikutnya | Rp2.500 triliun |
| Nilai yang menjadi sorotan | Rp3.000 triliun |
Rangkaian nilai tersebut mencakup Rp1.500 triliun, Rp1.800 triliun, Rp2.000 triliun, Rp2.500 triliun, hingga Rp3.000 triliun. Cak Imin mengingatkan bahwa pertambahan anggaran semestinya memperjelas hasil program bagi publik.
“Politik anggaran tidak boleh berputar-putar Rp3.000 triliun tidak jelas hasilnya,” tegas Cak Imin. Ia menilai efektivitas penggunaan anggaran harus menjadi perhatian utama dalam penyusunan kebijakan belanja negara.
Masalah Akses di Pelosok Negeri
Menurut Cak Imin, kebutuhan dasar di daerah perlu mendapat ruang lebih besar dalam penentuan prioritas APBN. Ia mencontohkan banyak jembatan di berbagai pelosok negeri yang diperlukan warga tetapi belum tersentuh anggaran.
“Hari ini kita telah menyaksikan salah satunya yang paling konkret, banyak jembatan-jembatan yang dibutuhkan di berbagai pelosok negeri, tetapi tidak pernah tersentuh oleh anggaran kita,” ujarnya.
Pembangunan 5.000 jembatan dalam tahun ini dipandangnya sebagai langkah yang dapat menyelesaikan persoalan secara langsung. Program itu dinilai menunjukkan bagaimana anggaran dapat dihubungkan dengan kebutuhan yang tampak di lapangan.
“Dalam tahun ini, insya Allah 5.000 jembatan yang akan dibangun untuk memberi jalan keluar bagi masalah yang paling konkret di depan mata kita. Itu contoh politik anggaran yang benar-benar bisa langsung dinikmati,” lanjutnya.
Dukungan terhadap Kebijakan Prabowo
Cak Imin menyampaikan pandangan itu dalam acara Puncak Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Juli 2026. Dalam forum tersebut, ia menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah mulai mengubah arah politik anggaran melalui program yang lebih dibutuhkan masyarakat.
Ia menilai pembangunan jembatan memperlihatkan kebijakan yang hasilnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga. Cak Imin juga menyatakan PKB mendukung langkah pemerintah dalam menata penggunaan APBN agar tepat sasaran.
Dukungan itu diarahkan pada belanja negara yang efektif dan memiliki kejelasan manfaat bagi publik. Baginya, nilai APBN yang terus meningkat harus selalu sejalan dengan kemampuan negara menjawab persoalan konkret warga.
Penetapan prioritas belanja, menurut Cak Imin, perlu berangkat dari kebutuhan yang selama ini belum tertangani. Dengan demikian, politik anggaran tidak hanya mencatat kenaikan nominal, tetapi juga menghadirkan hasil yang terlihat dalam kehidupan masyarakat.






