Bumi dan Bulan tidak bergerak dengan pusat orbit yang tepat berada di pusat Bumi. Keduanya mengelilingi titik massa bersama sekitar 5.000 kilometer dari pusat inti Bumi, yang disebut barisentrum.
Contoh dekat tersebut menggambarkan mekanisme yang juga terjadi dalam skala tata surya. Matahari dan seluruh planet bergerak mengikuti pusat massa gabungan, bukan pada pusat Matahari yang selalu tetap.
Posisi barisentrum tata surya dapat berubah-ubah sesuai susunan planet. Titik itu bahkan sering berada di luar Matahari akibat pengaruh gravitasi planet raksasa.
Mengapa Yupiter Berpengaruh Besar
Yupiter menjadi salah satu penggerak utama perubahan pusat massa tata surya. Massanya sekitar 1.048 kali lebih kecil daripada Matahari, namun jumlah itu tetap memadai untuk memberi tarikan yang terasa pada Matahari.
Saturnus turut memengaruhi dinamika tersebut bersama planet-planet lain. Akibat gabungan tarikan gravitasi itu, Matahari sedikit bergerak sebagai respons terhadap benda-benda yang mengitarinya.
Karena itu, pernyataan bahwa Bumi mengelilingi Matahari tidak salah dalam pengertian umum. Penjelasan teknisnya hanya lebih rinci, yakni Bumi bergerak dalam sistem yang pusat massanya dapat berada di lokasi berbeda dari pusat Matahari.
Astronom planet James O’Donoghue menyampaikan pandangan serupa melalui unggahan di X. “Planet-planet mengelilingi Matahari secara umum,” tulisnya, sambil menekankan pengaruh gravitasi Yupiter terhadap gerak keseluruhan sistem.
| Sistem | Letak Barisentrum | Faktor Perubahan |
|---|---|---|
| Bumi dan Bulan | Sekitar 5.000 kilometer dari pusat inti Bumi | Bulan perlahan menjauh |
| Matahari dan planet-planet | Dapat berada di luar Matahari | Tarikan planet raksasa |
Prinsip yang Berlaku bagi Bintang Lain
NASA menjelaskan bahwa setiap dua objek yang saling menarik secara gravitasi akan berputar mengelilingi barisentrum. Hal itu berlaku pula pada pasangan bintang kecil dan bintang yang jauh lebih masif.
Hukum ketiga Kepler menjelaskan hubungan antara massa dua objek yang mengorbit satu sama lain dan parameter orbitnya. Perbedaan massa tidak menghapus gerak benda yang lebih besar, melainkan menentukan letak pusat massa bersama.
Pengukuran gerak bintang di sekitar barisentrum juga telah dimanfaatkan untuk menemukan sistem planet di sekitar bintang yang jauh. Planet masif dapat membuat bintangnya bergoyang sedikit, lalu gerakan itu dapat diamati sebagai petunjuk keberadaannya.
Pada tata surya, pola yang sama membuat Matahari tidak sepenuhnya statis terhadap planet-planetnya. Bumi pun mengikuti dinamika gravitasi tersebut bersama seluruh anggota sistem Matahari.
Model ruang kelas biasanya menggambarkan orbit sebagai lintasan sederhana mengitari Matahari agar konsep awal lebih mudah dipahami. Barisentrum memperlihatkan tahap penjelasan berikutnya, bahwa orbit terbentuk dari hubungan gravitasi banyak benda dengan massa berbeda.
Perubahan posisi pusat massa tidak berarti Bumi berpindah ke orbit yang lepas dari pengaruh Matahari. Fenomena itu justru menunjukkan bahwa gravitasi Matahari dan planet-planetnya bekerja sebagai satu sistem yang saling memengaruhi.






