Usia memang memengaruhi kesuburan wanita, tetapi kebiasaan harian juga dapat ikut mengganggu peluang kehamilan. Dampaknya dapat menyentuh keseimbangan hormon, kualitas sel telur, serta keteraturan ovulasi.
Penurunan kesuburan secara alami mulai terjadi sekitar usia 30 tahun dan menjadi lebih signifikan setelah usia 35 tahun. Namun, beberapa faktor gaya hidup masih dapat diperbaiki untuk mendukung kondisi reproduksi yang lebih baik.
5 Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan
1. Merokok
Merokok dapat mempercepat berkurangnya cadangan sel telur di ovarium. Jumlah dan kualitas sel telur kemudian dapat menurun lebih cepat dibandingkan kondisi yang seharusnya.
Fungsi tuba falopi juga dapat terganggu oleh zat berbahaya dari rokok. Paparan asap rokok dari orang lain pun sebaiknya dihindari karena tuba falopi berperan membawa sel telur ke rahim.
2. Mengonsumsi Alkohol Berlebihan
Konsumsi alkohol secara berlebihan diduga dapat menurunkan peluang hamil. Bagi wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan, menghindari alkohol dapat menjadi langkah yang lebih aman.
Hal ini karena belum ada batas konsumsi alkohol yang benar-benar dinyatakan aman untuk kondisi tersebut. Kehati-hatian diperlukan agar potensi gangguan terhadap kehamilan tidak bertambah.
3. Berolahraga Terlalu Berat
Latihan fisik yang dilakukan sangat berat dan terus-menerus berpotensi menghambat produksi hormon progesteron. Gangguan produksi hormon ini dapat memengaruhi jalannya ovulasi.
Olahraga tetap dibutuhkan sebagai bagian dari pola hidup sehat. Namun, intensitasnya perlu dijaga agar tidak justru menghambat pelepasan sel telur secara normal.
4. Konsumsi Obat Tanpa Konsultasi
Penggunaan obat perlu diperhatikan oleh wanita yang sedang menjalani program hamil. Obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID tertentu diketahui dapat memengaruhi ovulasi dalam kondisi tertentu.
Konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat dapat membantu menjaga siklus kesuburan. Langkah tersebut penting agar pengobatan tidak mengganggu proses yang diperlukan untuk kehamilan.
5. Makan Asal Tanpa Memperhatikan Berat Badan
Berat badan berlebih dapat mengganggu keseimbangan hormon sehingga ovulasi menjadi tidak teratur. Di sisi lain, berat badan yang terlalu rendah dapat membuat sel telur tidak dilepaskan setiap bulan.
Fertility Network UK, yang dikutip CNN Indonesia, menyebut penurunan berat badan sekitar 5 hingga 10 persen pada wanita dengan berat badan berlebih dapat membantu keteraturan siklus menstruasi dan fertilitas. Pola makan bergizi serta olahraga seimbang dapat mendukung upaya menjaga berat badan.
| Kebiasaan | Dampak yang Dilaporkan | Langkah Perhatian |
|---|---|---|
| Merokok | Cadangan sel telur berkurang | Hindari rokok dan asapnya |
| Alkohol berlebihan | Peluang kehamilan menurun | Sebaiknya dihindari |
| Olahraga terlalu berat | Ovulasi dapat terganggu | Jaga intensitas latihan |
| Obat tanpa konsultasi | Ovulasi dapat terpengaruh | Konsultasikan kepada dokter |
| Berat badan tidak terjaga | Hormon dan pelepasan sel telur terganggu | Atur makan dan aktivitas fisik |
Faktor Lain di Luar Kebiasaan Harian
Masalah kesuburan juga dapat terkait kondisi medis, termasuk PCOS, endometriosis, gangguan tuba falopi, miom, polip, dan gangguan tiroid. Kondisi-kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab serta penanganan yang sesuai.
Pemeriksaan dokter dianjurkan bila pasangan telah berhubungan rutin tanpa kontrasepsi selama satu tahun tetapi belum memperoleh kehamilan. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kesuburan wanita.






