Belanda kembali memilih pelatih asing untuk tim nasional putra setelah 48 tahun. KNVB resmi mempercayakan jabatan itu kepada Xavi Hernandez melalui kontrak empat tahun hingga Piala Dunia FIFA 2030.
Penunjukan mantan legenda Barcelona tersebut menjadi perubahan penting dalam kebijakan kepelatihan Oranje. Pelatih asing terakhir yang menangani Belanda adalah Ernst Happel dari Austria pada Piala Dunia 1978 di Argentina.
Jejak Sejarah yang Terputus
Happel menjadi nama terakhir dari luar Belanda yang memimpin tim nasional sebelum Xavi. Jeda selama 48 tahun membuat keputusan KNVB kali ini memiliki arti khusus dalam sejarah modern Oranje.
Xavi kini datang sebagai pelatih asing dengan mandat yang tidak singkat. Masa tugasnya akan berlangsung sampai Piala Dunia FIFA 2030, sehingga ia menjadi bagian sentral dari periode baru Belanda.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Pelatih yang ditunjuk | Xavi Hernandez |
| Federasi | KNVB |
| Kontrak | Empat tahun |
| Pelatih asing sebelumnya | Ernst Happel pada Piala Dunia 1978 |
Keputusan tersebut diambil setelah Ronald Koeman meninggalkan posisinya. Belanda tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebelum pergantian pelatih itu terjadi.
Xavi akan menggantikan Koeman untuk memimpin tim nasional putra Belanda pada fase selanjutnya. Kehadirannya menandai pilihan yang tidak biasa bagi tim yang lama berada dalam pola kepelatihan lokal.
Pengalaman dari Al-Sadd dan Barcelona
Sebelum menerima tugas di Belanda, Xavi memiliki pengalaman sebagai pelatih Al-Sadd dan Barcelona. Latar belakang itu menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum memasuki sepak bola internasional.
Jabatan baru ini juga sesuai dengan arah karier yang sebelumnya diinginkan Xavi. Ia telah menyatakan minat untuk menangani tim nasional setelah bekerja di level klub.
“Target saya berikutnya adalah melatih tim nasional,” kata Xavi. Penunjukan oleh KNVB menjadikan pernyataan tersebut sebagai kenyataan melalui kontrak empat tahun.
Xavi menilai pekerjaan di klub memberi sedikit waktu untuk bersama keluarga. Ia ingin mengambil bagian dalam Piala Dunia, Euro, Piala Afrika, atau Piala Asia melalui peran di sepak bola antarnegara.
“Di klub hanya ada sedikit waktu untuk dihabiskan bersama keluarga, jadi saya ingin berpartisipasi dalam Piala Dunia, Euro, Piala Afrika, atau Piala Asia,” ujar Xavi. Dengan Belanda, ia memperoleh kesempatan menuju turnamen besar sekaligus ritme pekerjaan yang ia cari.
Kepastian yang Tidak Ditemukan di Korea Selatan
Sebelum memilih Belanda, Xavi sempat masuk daftar calon pelatih tim nasional Korea Selatan. Namun, Federasi Sepak Bola Korea atau KFA hanya menawarkan jabatan pelatih sementara.
Xavi tidak mengajukan lamaran sampai tenggat pendaftaran berakhir karena tidak tertarik dengan posisi tersebut. Ia kemudian menerima proposal KNVB yang memberikan kepastian kerja hingga 2030.
Kontras dua tawaran itu memperjelas alasan di balik pilihannya. Belanda menawarkan proyek empat tahun, sementara peluang di Korea Selatan tidak memberikan mandat jangka panjang.
Bagi KNVB, Xavi adalah jawaban atas kekosongan setelah era Koeman sekaligus keputusan berani yang memutus kebiasaan 48 tahun. Bagi Xavi, kursi pelatih Oranje membuka babak baru dalam ambisinya berkiprah di kompetisi internasional.






