Bukan Cuma Aman saat Dikirim, Baterai EV Harus Tahan Api dan Guncangan Jalan

Keselamatan baterai kendaraan listrik tidak cukup diuji ketika produk dipindahkan atau dikirim. Baterai juga harus mampu menghadapi penggunaan nyata di jalan, mulai dari guncangan mendadak hingga paparan api bersuhu tinggi.

Perbedaan ini penting karena UNR 383 disebut berkaitan dengan baterai saat ditranspor, bukan ketika digunakan pada kendaraan. Saat terpasang pada mobil atau motor, paket baterai menghadapi tekanan mekanis, perubahan lingkungan, serta kondisi kelistrikan yang dapat memicu kegagalan.

Menurut pendiri National Battery Research Institute, Evvy Kartini, Indonesia telah memiliki SNI 8872 219 tahun 2019 yang mengatur aspek keselamatan baterai. Ia menilai pengujian keselamatan seharusnya dilakukan sebelum baterai dipakai secara luas oleh masyarakat.

SNI Belum Sepenuhnya Bersifat Wajib

Penerapan standar SNI keselamatan baterai di Indonesia belum sepenuhnya bersifat wajib, sebagaimana dilaporkan Kompas.com. Situasi ini menjadi perhatian karena kendaraan listrik dan baterainya sudah beredar di masyarakat.

Evvy juga menyebut adanya mekanisme uji tipe kendaraan oleh Kementerian Perhubungan yang berkaitan dengan persyaratan keselamatan. Ketika pengujian dilakukan kembali, mekanisme itu dapat meminta lampiran persyaratan keselamatan.

Pengujian menyeluruh diperlukan agar baterai tidak hanya aman saat berada di dalam kemasan. Ketahanannya perlu dibuktikan ketika kendaraan mengalami kondisi harian maupun situasi darurat.

Rangkaian Tekanan yang Harus Dilewati Baterai

Jalan tidak rata dapat menghasilkan getaran berulang pada kendaraan dan komponen baterai. Jalan berlubang juga dapat memunculkan mechanical shock, yaitu tekanan kejut mendadak yang berbeda dari getaran biasa.

Tahap PengujianRisiko yang DitiruSasaran Keselamatan
Jatuh mekanikJatuh dan benturanKetahanan fisik
VibrasiGetaran jalan tidak rataKeamanan komponen
Mechanical shockGuncangan mendadakRespons terhadap tekanan kejut
Uji suhu dan kelistrikanPerubahan cuaca dan kondisi ekstremPencegahan kegagalan
Uji apiKebakaran langsungMencegah ledakan

Uji jatuh mekanik memeriksa kemampuan baterai saat menghadapi insiden fisik. Uji vibrasi memastikan komponen di dalamnya tetap aman saat menerima beban berulang dalam pemakaian kendaraan.

Selain beban mekanis, baterai dapat diuji dalam chamber untuk menilai reaksinya terhadap perubahan kondisi lingkungan. Peralihan dari hujan ke panas dan keadaan ekstrem lain diperiksa untuk melihat kemungkinan munculnya kegagalan.

Api Menjadi Batas Paling Kritis

Uji api menguji respons baterai ketika terkena kebakaran secara langsung. Evvy menjelaskan bahwa baterai boleh berubah bentuk akibat panas, tetapi tidak boleh meledak.

Api dalam pengujian dapat memiliki suhu lebih dari 300 derajat Celsius. Batas waktu dua menit dinilai penting agar mobil atau motor dapat dipindahkan dari area kebakaran.

Perlindungan juga bekerja saat pengisian daya melalui battery management system. Sistem tersebut diharapkan dapat memutus pengisian apabila kendaraan yang telah penuh mengalami kondisi berlebih.

Gabungan pengujian fisik, lingkungan, kelistrikan, dan api membentuk lapisan keselamatan bagi baterai EV. Sasaran akhirnya adalah mencegah baterai menjadi sumber risiko tambahan saat kendaraan menghadapi gangguan di jalan atau kebakaran.

Baca Juga