BYD Racco membawa pilihan baterai hingga 35,84 kWh, lebih besar daripada kapasitas maksimum 25,1 kWh pada Wuling Aira EV. Namun, angka jarak tempuh kedua mobil tidak dapat dibandingkan secara langsung karena metode pengujiannya berbeda.
Racco memakai standar WLTC, sedangkan Aira EV menggunakan CLTC. Karena itu, klaim jarak tempuh perlu ditempatkan dalam konteks standar uji masing-masing, bukan sekadar melihat angka tertinggi.
| Model dan Varian | Baterai | Klaim Jarak Tempuh |
|---|---|---|
| BYD Racco 200 | 22,4 kWh | Hingga 210 km WLTC |
| BYD Racco 300 Plus dan 300 Premium | 35,84 kWh | Hingga 320 km WLTC |
| Wuling Aira EV Standard Range | 16,2 kWh | Hingga 205 km CLTC |
| Wuling Aira EV Long Range | 25,1 kWh | Hingga 301 km CLTC |
Baterai Racco menggunakan teknologi Blade Battery berbasis LFP dengan sistem pendinginan refrigeran. Paket ini menjadi bagian dari pendekatan BYD untuk menawarkan EV kompak dengan kapasitas energi lebih besar.
Aira EV tetap menawarkan dua opsi kapasitas baterai untuk kebutuhan perkotaan. Model ini mengusung konsep yang lebih sederhana dengan ukuran bodi dan perlengkapan yang ringkas.
Performa Menjadi Kelebihan Lain Racco
Selain kapasitas baterai, Racco memiliki motor listrik 47 kW atau sekitar 64 PS dengan torsi 160 Nm. Aira EV menggunakan motor 30 kW dengan torsi 85 Nm dan sistem penggerak roda belakang.
Tenaga Racco sekitar 57 persen lebih besar, sementara torsinya hampir 88 persen lebih tinggi. Selisih tersebut berpotensi memberi manfaat saat mobil membawa empat penumpang atau melintasi rute menanjak.
| Aspek | BYD Racco | Wuling Aira EV |
|---|---|---|
| Tenaga | 47 kW atau sekitar 64 PS | 30 kW |
| Torsi | 160 Nm | 85 Nm |
| Tinggi bodi | 1.800 mm | 1.631 mm |
| Jarak sumbu roda | 2.520 mm | 2.190 mm |
Motor Racco dikembangkan khusus setelah BYD menilai motor yang tersedia sebelumnya kurang sesuai untuk menghadapi tanjakan di Jepang. Meski demikian, kemampuan versi yang kelak dipasarkan di Indonesia tetap bergantung pada spesifikasi finalnya.
Format Kabin Mengarah ke Kebutuhan Keluarga Kecil
Racco mengusung bentuk super tinggi dengan panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm. Aira EV memiliki panjang sekitar 3.300 mm, lebar 1.505 mm, serta tinggi 1.631 mm.
Racco lebih panjang sekitar 95 mm dan memiliki jarak sumbu roda 330 mm lebih panjang. Aira EV unggul sekitar 30 mm pada lebar bodi, tetapi Racco menawarkan dimensi kabin yang lebih menjulang.
Kompas Otomotif mencatat kabin Racco memiliki panjang 2.193 mm, lebar 1.351 mm, dan tinggi 1.404 mm. Lantai yang rendah dan relatif rata dirancang untuk mendukung kemudahan akses penumpang.
Pintu geser elektrik di kedua sisi menjadi ciri paling kuat dari model ini. Fitur tersebut membantu akses bangku belakang pada area parkir sempit, sedangkan Racco 300 Premium memiliki fungsi hands-free.
Racco juga menawarkan kompartemen penyimpanan, tempat payung, slot smartphone, dan fungsi vehicle-to-load atau V2L. Untuk keselamatan, mobil ini dibekali enam airbag, rem cakram di empat roda, serta adaptive cruise control.
Aira EV menghadirkan instrumen digital 7 inci, layar terintegrasi 10,25 inci, kursi fabric, dan jok belakang lipat 50:50. Perangkat lainnya meliputi ESC, electric parking brake dengan auto hold, hill hold control, ISOFIX, TPMS, kamera belakang, sensor parkir belakang, serta keyless entry.
BYD Indonesia sempat menampilkan Racco melalui unggahan media sosial yang memunculkan kemungkinan kehadirannya di Tanah Air. Penetapan harga akan menjadi faktor penting untuk menentukan daya saingnya terhadap Aira EV di segmen mobil listrik kecil.






