Anak SD Mulai Belajar Bahasa Inggris Lebih Dini, Kewajiban Dimulai pada 2027

Pembelajaran Bahasa Inggris akan dimulai lebih dini dalam pendidikan formal melalui kebijakan baru pada 2027. Murid kelas tiga SD menjadi kelompok pertama yang masuk dalam kewajiban belajar mata pelajaran tersebut.

Kebijakan itu didorong oleh pandangan bahwa anak-anak lebih cepat mempelajari bahasa asing sebelum usia 11 hingga 12 tahun. Pemerintah berharap kemampuan bahasa dapat memperluas peluang pendidikan dan menambah daya saing ketika siswa memasuki dunia kerja.

Pertimbangan Penguasaan Bahasa Sejak Usia Dini

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan anak-anak perlu memiliki akses terhadap pendidikan terbaik. Menurutnya, penguasaan bahasa memberi mereka kemampuan tambahan untuk bekerja dengan pihak mana pun.

“Dari kecil, di bawah 11 tahun, 12 tahun, mereka lebih cepat belajar,” ujar Prabowo. Pernyataan itu menjadi bagian dari arahan untuk memperkenalkan bahasa asing sejak pendidikan dasar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memastikan arahan tersebut akan ditindaklanjuti melalui kewajiban Bahasa Inggris di SD. Sebelumnya, Bahasa Inggris di jenjang ini masih menjadi mata pelajaran pilihan.

Kelas Tiga Menjadi Awal Kewajiban

Penerapan dimulai dari kelas tiga pada 2027, bukan seluruh tingkat SD sekaligus. Dengan ketentuan itu, status Bahasa Inggris di SD akan berbeda dari kondisi saat ini.

JenjangStatus Saat Kebijakan BerlakuCatatan
SDAkan wajibMulai kelas tiga pada 2027
SMPWajibTelah berlaku
SMAWajibTelah berlaku

Langkah ini memperluas cakupan pelajaran wajib yang telah berjalan di SMP dan SMA. Bahasa Inggris diposisikan sebagai fondasi pembelajaran bahasa asing bagi siswa mulai pendidikan dasar.

Bagi sekolah, perubahan tersebut berarti pelajaran Bahasa Inggris tidak lagi hanya ditawarkan sebagai pilihan kegiatan belajar. Bagi keluarga, Bahasa Inggris wajib di SD akan menjadi bagian dari pembelajaran anak sejak kelas tiga.

Bahasa Lain Tetap Bersifat Pengenalan

Prabowo juga menyebut Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis dalam daftar bahasa yang akan diperkenalkan. Namun, pemerintah tidak menyamakan status bahasa-bahasa tersebut dengan Bahasa Inggris.

Abdul Mu’ti mengatakan Mandarin dan Arab di tingkat SD akan diberikan sebagai pengenalan. “Yang bahasa yang lainnya itu nanti sifatnya pengenalan aja,” ujar Abdul Mu’ti.

Sejumlah sekolah pada jenjang pendidikan lebih tinggi telah menerapkan pembelajaran bahasa asing lain, termasuk Mandarin dan Korea. Di SD, pengenalan tersebut tetap menjadi pelengkap, bukan pengganti pelajaran Bahasa Inggris wajib.

Pemerintah juga disebut menerima dukungan sejumlah negara dalam bentuk tenaga pengajar untuk pengenalan bahasa sesuai negara asalnya. Dukungan itu diharapkan menambah kemampuan bahasa sekaligus memperluas wawasan siswa.

Menurut Investor Daily, arah kebijakan ini menegaskan prioritas terhadap pembelajaran bahasa asing melalui Bahasa Inggris. Bahasa lain tetap dapat diperkenalkan, tetapi kewajiban yang dipastikan berlaku pada 2027 hanya untuk Bahasa Inggris di kelas tiga SD.

Baca Juga