Aktivitas badai di Samudra Pasifik mulai menjadi salah satu sinyal yang dikaitkan dengan penguatan El Nino 2026. Badai Fausto dilaporkan berkembang lebih kuat dan menghasilkan gelombang panjang menuju Hawaii serta pesisir Meksiko.
Perubahan ini muncul ketika National Oceanic and Atmospheric Administration atau NOAA memperkirakan El Nino memiliki peluang 81 persen untuk masuk kategori sangat kuat pada Oktober hingga Desember 2026. Peluang fenomena tersebut bertahan hingga awal musim semi 2027 diperkirakan mencapai 97 persen.
Perkembangan Dua Badai Tropis
Surfer menyebut kondisi El Nino dapat mengurangi wind shear di Pasifik timur. Berkurangnya perbedaan kecepatan angin di atmosfer dapat membuat pembentukan dan penguatan badai lebih memungkinkan.
| Fenomena | Periode | Catatan Perkembangan |
|---|---|---|
| Badai Tropis Elida | Pertengahan Juli | Menjadi badai pertama yang terbentuk dalam kondisi El Nino |
| Badai Fausto | Beberapa hari sesudahnya | Menguat dan memicu gelombang panjang ke Hawaii serta pesisir Meksiko |
Kemunculan badai tersebut tidak sendiri menentukan kekuatan akhir El Nino. Namun, perubahan atmosfer di Pasifik dapat menjadi bagian dari gejala yang terus dipantau saat suhu laut menghangat.
Suhu Laut Menjadi Penanda Utama
NOAA melaporkan suhu permukaan laut di wilayah ekuator Samudra Pasifik bagian tengah dan timur berada di atas rata-rata. Anomali pada sirkulasi atmosfer di ekuator Pasifik juga disebut sesuai dengan karakteristik El Nino.
NOAA menyatakan, “Suhu permukaan laut di wilayah ekuator Samudra Pasifik bagian tengah dan timur berada di atas rata-rata.” Perubahan laut dan atmosfer inilah yang menjadi indikator penting dalam perkembangan El Nino.
Ilmuwan iklim Zeke Hausfather memperkirakan suhu kawasan Niño 3.4 dapat meningkat hingga 3,6 derajat Celsius di atas rata-rata. Bila terjadi, angka itu akan melampaui rekor El Nino 2015-2016 dan menempatkan episode ini di antara yang terkuat dalam catatan modern.
Laporan inet.detik.com yang mengutip Surfer menekankan bahwa tren tersebut tetap dapat berubah. Interaksi laut dan atmosfer pada beberapa bulan mendatang akan menentukan seberapa jauh penguatan berlangsung.
Ancaman Cuaca Tidak Seragam
El Nino dapat menghasilkan konsekuensi yang tidak sama untuk setiap wilayah. Pola cuaca yang bergeser dapat meningkatkan hujan di satu tempat, tetapi membuat tempat lain menjadi lebih kering atau lebih panas.
Amerika Serikat bagian selatan umumnya memiliki peluang musim dingin yang lebih basah ketika El Nino terjadi. Sementara itu, kekeringan berkepanjangan, gelombang panas, dan risiko kebakaran hutan dapat meningkat di wilayah tertentu.
Di Pasifik Timur, suhu laut yang lebih tinggi dapat mengurangi pasokan nutrisi dari dasar laut. Dampaknya dapat menjalar ke ekosistem perairan dan kegiatan perikanan.
Potensi cuaca ekstrem hingga 2027 membuat perkembangan cuaca ekstrem terkait El Nino perlu diperhatikan secara berkelanjutan. Arah fenomena ini masih bergantung pada respons antara laut dan atmosfer, meski sinyal penguatannya telah terlihat di Pasifik.






