Aston Villa Sempat Menyamakan Skor, PSG Tetap Bawa Pulang Piala Super Eropa

Aston Villa sempat membatalkan keunggulan PSG, tetapi tidak mampu menghentikan tim Paris meraih Piala Super Eropa. PSG menang 2-1 di Red Bull Arena Salzburg pada Kamis (13/8) dini hari WIB berkat gol penentu Desire Doue.

Pertandingan tersebut memperlihatkan respons PSG setelah skor kembali imbang sebelum jeda. Keunggulan pada babak kedua membawa PSG mempertahankan gelar yang sebelumnya juga mereka raih pada 2025.

Villa Membalas Keunggulan Awal PSG

Khvicha Kvaratskhelia membawa PSG unggul lebih dulu pada menit ke-20. Gol itu memberi PSG posisi depan dalam laga perebutan trofi antarklub Eropa tersebut.

Aston Villa tidak membiarkan skor 1-0 bertahan sampai turun minum. Brian Madjo mencetak gol menjelang akhir babak pertama untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Hasil imbang pada paruh pertama membuat peluang kedua tim tetap terbuka setelah jeda. PSG akhirnya kembali memimpin pada menit ke-61 melalui Desire Doue.

MenitPencetak GolKlubSkor
20Khvicha KvaratskheliaPSG1-0
Menjelang jedaBrian MadjoAston Villa1-1
61Desire DouePSG2-1

Gol Doue memastikan PSG kembali berada di depan dalam pertandingan. Keunggulan 2-1 itu tidak berubah hingga pertandingan berakhir.

PSG Kini Memiliki Dua Gelar

Kemenangan atas Aston Villa membuat PSG mengoleksi dua gelar Piala Super Eropa dalam sejarah klub. Kedua trofi tersebut didapat secara berturut-turut pada 2025 dan 2026.

Gelar terbaru ini diraih dalam pertandingan yang berjalan ketat. PSG harus mengatasi momentum Aston Villa setelah lawannya mencetak gol penyama kedudukan sebelum jeda.

Kvaratskhelia dan Doue menjadi dua pencetak gol PSG pada final tersebut. Gol Madjo untuk Villa membuat PSG harus bekerja lagi untuk memastikan kemenangan.

Luis Enrique Puas dengan Penguasaan Laga

Luis Enrique menilai PSG mampu mengontrol pertandingan dengan lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya. Ia juga menyoroti penampilan timnya setelah hanya menjalani beberapa hari latihan singkat.

“Saya tidak terkejut karena saya mengenal para pemain dengan sempurna. Seperti tahun lalu: rumit,” kata Enrique seusai pertandingan, seperti dikutip L’Equipe.

Enrique mengingat kembali kemenangan PSG atas Tottenham Hotspur pada edisi sebelumnya. Pertandingan itu berakhir 2-2 dan PSG baru memastikan kemenangan lewat adu penalti dengan skor 4-3.

“Namun kami menderita lebih sedikit daripada tahun lalu [melawan Tottenham, 2-2, 4-3 melalui adu penalti], kami mengontrol permainan dengan lebih baik,” ujar Enrique. “Saya pikir kami perlu menyoroti apa yang dilakukan tim setelah hanya beberapa hari latihan singkat.”

Penilaian itu sejalan dengan cara PSG merespons gol penyama Aston Villa. Tim asuhan Enrique kembali unggul pada babak kedua dan berhasil menjaga hasil tersebut untuk mempertahankan trofi.

Baca Juga