Pemakaian anting emas kuno oleh Zendaya dalam sesi foto promosi The Odyssey memunculkan perdebatan etika. Benda itu diperkirakan berasal dari sekitar 700 SM dan dikaitkan dengan artefak dari Iran.
Sejarawan seni menilai persoalannya bukan sekadar gaya di depan kamera. Aksesori tersebut membawa latar sejarah yang membuat penggunaan di ruang publik dipandang perlu melalui pertimbangan budaya yang lebih besar.
Suara keberatan dari akademisi
Profesor Sussan Babaie dari Courtauld Institute menjadi salah satu pihak yang menyampaikan keberatan. Sejarawan seni kelahiran Iran itu mengaku terkejut melihat artefak dikaitkan dengan penampilan seorang selebritas.
“Mengejutkan melihat tidak ada yang berpikir hal ini mungkin ini bukan ide yang bagus,” kata Babaie. Ia mempertanyakan kepekaan pihak yang memilih, menyediakan, dan menampilkan benda bersejarah tersebut sebagai bagian dari penataan gaya.
Babaie menilai anting itu ditampilkan sebagai lambang kecantikan, kekuasaan, dan ekspresi keluhuran film. Namun, penilaian itu berseberangan dengan pandangan bahwa artefak perlu dihormati melalui konteks sejarah dan budayanya.
Kritik tersebut menempatkan batas penggunaan koleksi antik sebagai inti perdebatan. Benda bersejarah dapat memiliki makna berbeda ketika dipindahkan dari ranah koleksi ke materi promosi industri hiburan.
Rincian anting yang dipersoalkan
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jenis benda | Sepasang anting emas |
| Perkiraan periode | Sekitar 700 SM |
| Tempat penggunaan | Sesi foto promosi di London |
| Koleksi saat ini | Barron London |
Menurut Beritasatu.com yang mengutip The Guardian, anting tersebut berada dalam koleksi Barron London. Galeri dan dealer seni yang berbasis di Mayfair, London, itu menyatakan bekerja secara privat dengan kolektor, ahli waris, serta institusi.
Barron London menyebut anting tersebut dibeli dari Glenn Spiro, perhiasan London, pada 2025. Perhiasan itu dikaitkan dengan harta karun Ziwiye, kumpulan artefak kuno dari Iran barat laut.
Riwayat Ziwiye dan persoalan asal-usul
Harta karun Ziwiye mencakup benda berbahan emas, perak, perunggu, dan terakota. Temuan itu diketahui muncul pada 1947 setelah lokasi tersebut dijarah oleh para penggembala.
Sebuah makalah penelitian pada 2015 menyebut sebagian artefak Ziwiye memasuki pasar barang antik di luar Iran pada 1960-an. Benda-benda yang dikaitkan dengan temuan tersebut kini tersebar di museum dan koleksi pribadi di berbagai negara.
Riwayat inilah yang membuat pemakaian anting tersebut mendapat perhatian lebih besar. Bagi para pengkritik, jejak perpindahan dan kaitan sejarah sebuah artefak perlu diperhitungkan saat benda itu dipakai sebagai aksesori mode.
Konteks film dan respons yang belum ada
Zendaya mengenakan anting itu saat mempromosikan film The Odyssey garapan Christopher Nolan. Dalam film tersebut, ia memerankan dewi Athena.
Pilihan aksesori itu lalu memunculkan pertanyaan tentang kesesuaian benda yang dikaitkan dengan sejarah Iran dalam penggambaran promosi tersebut. Perdebatan berkembang karena artefak kuno tidak hanya dilihat sebagai objek estetik, melainkan bagian dari warisan budaya.
Hingga kabar ini diberitakan, perwakilan Zendaya maupun penata gayanya belum memberikan tanggapan atas kritik tersebut. Tidak ada penjelasan publik mengenai pertimbangan di balik pemakaian anting itu dalam sesi promosi film.






