Youssef En-Nesyri memasuki daftar khusus Al Ittihad setelah membuka keunggulan timnya atas Al Khaleej di Liga Roshn Saudi. Gol sundulan pada menit ke-43 itu menjadikannya pemain asing keempat beruntun yang mencetak gol pembuka klub pada laga perdana liga.
Catatan tersebut sebelumnya ditempati Abderrazak Hamdallah, Houssem Aouar, dan Karim Benzema. Data Opta mencatat rangkaian itu sebagai bukti konsistennya kontribusi pemain asing pada awal musim Al Ittihad.
Jejak Para Pencetak Gol Pembuka
En-Nesyri bukan sekadar menambah angka pada papan skor dalam laga di Stadion Al Inma, Jeddah, Sabtu. Penyerang asal Maroko itu juga melanjutkan tradisi gol pembuka yang telah berlangsung selama empat laga perdana liga secara beruntun.
| Pemain | Catatan |
|---|---|
| Youssef En-Nesyri | Pemain asing keempat beruntun yang mencetak gol pembuka liga |
| Abderrazak Hamdallah | Masuk rangkaian pencetak gol pembuka pemain asing |
| Houssem Aouar | Masuk rangkaian pencetak gol pembuka pemain asing |
| Karim Benzema | Masuk rangkaian pencetak gol pembuka pemain asing |
Rangkaian ini memperlihatkan bahwa pemain asing berperan besar dalam membangun momentum awal Al Ittihad di liga. En-Nesyri kini menjadi penerus terbaru dari catatan yang sebelumnya dihuni sejumlah nama berpengaruh.
Gol ke gawang Al Khaleej juga menjadi kontribusi pertama En-Nesyri untuk Al Ittihad di Liga Roshn Saudi. Ia langsung memberi dampak melalui cara yang paling sesuai dengan kekuatan utamanya, yakni duel udara.
Sundulan dari Umpan Al Julaydan
En-Nesyri mencetak gol setelah menyambut umpan silang Ahmed Al Julaydan dari sisi lapangan. Bek kanan Al Ittihad tersebut mengirimkan bola yang kemudian diarahkan sang penyerang ke gawang Al Khaleej dengan kepala.
Gol itu menunjukkan nilai tambahan yang dibawa En-Nesyri ke lini depan Al Ittihad. Ia menyediakan target bagi bola-bola silang dan memberi tim cara lain untuk menciptakan ancaman di kotak penalti.
Serangan dari sisi lapangan tidak terlalu menonjol pada musim lalu ketika Al Ittihad dilatih Sergio Conceicao. Kehadiran En-Nesyri memberi Jens Wissing, pelatih asal Jerman, opsi untuk lebih sering memanfaatkan kiriman bola dari lebar lapangan.
Peran Al Julaydan dalam gol tersebut juga menunjukkan bahwa suplai tidak harus selalu datang dari penyerang sayap. Pemain bertahan dapat ikut menjadi bagian penting dalam skema yang mengandalkan kemampuan udara En-Nesyri.
Dua Gol Awal di Ajang Berbeda
Al Ittihad telah memiliki dua pencetak gol awal pada dua kompetisi musim ini. Steven Bergwijn menjadi pemain pertama yang mencetak gol untuk klub pada musim ini saat Al Ittihad menang 4-1 atas Al Jazira di kualifikasi Liga Champions Asia Elite, Selasa lalu.
En-Nesyri kemudian mengambil peran sebagai pencetak gol pembuka di Liga Roshn Saudi. Perbedaan ajang itu membuat gol Bergwijn dan gol sundulan En-Nesyri memiliki konteks tersendiri bagi awal musim Al Ittihad.
Sementara itu, Benzema yang pernah menjadi bagian dari rangkaian pencetak gol pembuka Al Ittihad kini membela Al Hilal. Penyerang Prancis tersebut membuka catatan gol untuk klub barunya melalui penalti saat Al Hilal menundukkan Al Faisaly 4-2 di Stadion Kingdom Arena, Jumat.
Perpindahan Benzema membuat Al Ittihad kini memiliki sosok baru pada daftar pencetak gol pembuka mereka. En-Nesyri mengawali perannya dengan sundulan yang sekaligus menjaga rekor pemain asing klub di kompetisi liga.






