Agregat Kembali Imbang, Rangers Kini Harus Menahan Ancaman Jagiellonia di Ibrox

Rangers berhasil menghapus defisit dari leg pertama saat Lawrence Shankland mengeksekusi penalti ke gawang Jagiellonia Bialystok. Gol itu membawa Rangers memimpin 1-0 di Ibrox dan membuat agregat kualifikasi ketiga Liga Europa menjadi 2-2.

Situasi yang kembali seimbang membuat Rangers harus tetap waspada terhadap ancaman Jagiellonia. Tim Polandia itu sudah membuktikan kemampuan mencetak gol penting saat menang 2-1 pada pertemuan pertama.

Jagiellonia Tidak Hanya Datang untuk Bertahan

Pelatih Jagiellonia Adrian Siemieniec mengakui pertandingan di Glasgow akan berlangsung sulit karena tekanan dari tribun Ibrox. Namun, ia menegaskan timnya tetap membawa niat untuk menyerang secara efektif.

“Kami tahu atmosfer di Glasgow akan berat, tetapi tim kami sudah membuktikan bisa mencetak gol penting,” kata Siemieniec. Pernyataan itu menjadi peringatan bagi Rangers bahwa keunggulan satu gol belum menjamin kelolosan.

Pemenang duel Rangers dan Jagiellonia akan menghadapi Iberia 1999 dari Georgia pada babak play-off Liga Europa. Dengan agregat masih imbang, kedua tim masih memiliki peluang yang sama untuk melanjutkan perjalanan.

Penalti Shankland Mengangkat Tuan Rumah

Rangers tampil menekan sejak awal pertandingan Kamis (13/8/2026). Penguasaan bola yang dominan akhirnya menghasilkan penalti menjelang akhir babak pertama setelah terjadi pelanggaran di area terlarang Jagiellonia.

Shankland menuntaskan kesempatan itu dari titik putih untuk mencetak gol pertamanya melalui penalti. Gol tersebut memberi dorongan besar kepada Rangers setelah mereka tertinggal agregat akibat kekalahan di Polandia.

Derek McInnes menilai hasil pada titik itu belum membuat duel berpihak kepada Rangers. “Jelas kami memiliki pekerjaan yang harus dilakukan; saya pikir duel ini berada dalam posisi yang seimbang,” kata manajer Rangers tersebut.

McInnes menyoroti kebutuhan untuk memperbaiki ketahanan pertahanan timnya. Ia menilai Rangers bermain cukup baik pada leg pertama, tetapi kebobolan gol yang seharusnya dapat dihindari.

“Jika kami dapat memperketat sisi itu, saya merasa kami memiliki permainan dan penampilan di dalam diri kami untuk lolos dari duel ini,” ujar McInnes. Dukungan di Ibrox diharapkan dapat membantu Rangers mengelola tekanan dalam duel penentuan ini.

Masalah Kebugaran Menambah Beban

Rangers menghadapi tantangan tambahan berupa cedera pemain di awal musim. Penyerang Youssef Chermiti mengalami cedera ACL, sedangkan bek kiri Tuur Rommens harus absen hingga delapan pekan.

NamaPeranKondisi
Youssef ChermitiPenyerangCedera ACL
Tuur RommensBek kiriMenepi hingga delapan pekan

McInnes menyebut kabar mengenai Chermiti sebagai kekecewaan besar bagi Rangers. Kehilangan tersebut terjadi ketika klub juga sedang mencari tambahan tenaga untuk sektor menyerang.

Rangers dilaporkan menjalankan negosiasi untuk mendatangkan pemain sayap PSV Eindhoven, Couhaib Driouech. McInnes mengatakan pembicaraan terkait pemain itu sudah cukup jauh, tetapi belum dapat memastikan hasil akhirnya.

Tekanan terhadap Rangers bertambah karena mereka belum menang dalam tiga laga awal musim. Kekalahan dari Hibernian dan Jagiellonia, serta hasil imbang melawan Dundee United, membuat kemenangan sangat dibutuhkan.

McInnes berharap hasil positif dapat menguatkan suasana di dalam skuad maupun di antara pendukung. “Para pendukung bisa menggunakannya, para pemain bisa menggunakannya,” ujarnya.

Baca Juga