Anak yang kurang memperoleh kedekatan dengan ayah dapat mencari penerimaan dari luar rumah. Dorongan untuk mendapat pengakuan ini berisiko membuat anak lebih mudah terpengaruh lingkungan yang tidak selalu positif.
Risiko tersebut menjadi salah satu alasan kehadiran ayah secara emosional perlu diperkuat dalam kehidupan sehari-hari. Perhatian yang konsisten dan komunikasi dapat memberi anak ruang untuk merasa didengar serta dihargai.
Dampak yang dapat muncul pada anak
| No. | Dampak |
|---|---|
| 1 | Kesulitan mengelola emosi |
| 2 | Kepercayaan diri menurun |
| 3 | Masalah perilaku |
| 4 | Kesulitan dalam hubungan sosial |
| 5 | Pembentukan identitas terpengaruh |
| 6 | Rasa aman berkurang |
| 7 | Mencari pengakuan dari lingkungan negatif |
1. Anak lebih sulit mengelola emosi
Anak dapat lebih mudah marah, cemas, atau stres ketika menghadapi masalah apabila tidak memiliki kedekatan yang baik dengan ayah. Dukungan ayah dapat menjadi salah satu sumber bantuan bagi anak untuk mengenali perasaan dan menghadapi tekanan.
Ikatan yang tidak terbentuk dengan baik dapat membuat anak kehilangan tempat untuk memperoleh respons yang menenangkan. Akibatnya, mengendalikan reaksi dalam situasi sulit dapat terasa lebih berat.
2. Rasa percaya diri anak dapat menurun
Anak membutuhkan perhatian, apresiasi, dan dukungan untuk memandang kemampuannya secara positif. Peran ayah dapat membantu memberi penguatan tersebut dalam keseharian.
Ketika dukungan itu jarang diterima, anak dapat lebih sering mempertanyakan nilai dirinya. Anak juga bisa takut mencoba hal baru atau ragu mengambil keputusan karena khawatir melakukan kesalahan.
3. Rentan memicu masalah perilaku
Figur ayah dapat membantu anak memahami batasan, aturan, serta tanggung jawab. Keterlibatan yang terbatas berisiko membuat anak lebih sulit memahami konsekuensi dari perilakunya.
Dalam beberapa keadaan, kondisi itu dapat tampak melalui sikap yang sulit diatur atau mudah memberontak. Risiko perilaku negatif dapat meningkat ketika anak memasuki masa remaja dan sedang mencari arah.
4. Menyulitkan anak membangun hubungan sosial
Hubungan emosional dalam keluarga ikut membentuk cara anak membangun kepercayaan kepada orang lain. Anak yang kurang merasakan kedekatan dengan ayah dapat menjadi lebih tertutup atau mudah curiga dalam relasi sosial.
Sebagian anak dapat mencari penerimaan dari luar rumah secara berlebihan. Kebutuhan akan pengakuan ini membuat pilihan lingkungan menjadi semakin penting.
5. Memengaruhi pembentukan identitas anak
Kehadiran ayah berkaitan dengan contoh sikap, kedewasaan, tanggung jawab, dan cara menghadapi tantangan. Karena itu, minimnya keterlibatan ayah dapat memengaruhi pembentukan identitas anak perempuan maupun laki-laki.
Ayah dapat menjadi contoh awal bagi anak perempuan mengenai perlakuan laki-laki yang penuh hormat dan kasih sayang. Bagi anak laki-laki, ayah dapat menjadi panutan dalam memahami tanggung jawab serta kedewasaan.
6. Mengurangi rasa aman saat masa tumbuh kembang
Anak membutuhkan rasa aman agar mampu berkembang dengan dukungan yang memadai. Kehadiran emosional ayah yang aktif dapat membantu anak merasa didampingi saat menghadapi perubahan dan tantangan.
Hubungan yang minim secara emosional dapat membuat sebagian anak merasa kurang memperoleh perlindungan. Perasaan ini tetap dapat muncul walaupun kebutuhan materi dan fisiknya terpenuhi.
7. Rentan mencari pengakuan dari lingkungan negatif
Anak yang tidak mendapatkan perhatian dan kedekatan cukup dari ayah dapat berupaya mencari validasi di luar rumah. Keinginan untuk diterima dapat membuat mereka lebih mudah mengikuti kelompok yang memberi pengaruh kurang baik.
Menurut CNN Indonesia, kondisi ini perlu menjadi dorongan untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional juga menyoroti persoalan tersebut sebagai tantangan di Indonesia.
Kedekatan emosional perlu mendapat tempat
Kehadiran ayah di rumah tidak otomatis berarti kebutuhan dukungan anak telah terpenuhi. Kondisi kurangnya kedekatan emosional dengan ayah kerap dikaitkan dengan fatherless.
Pengasuhan tidak hanya terkait pemenuhan ekonomi atau penerapan aturan. Interaksi sederhana, perhatian terhadap perasaan anak, dan dukungan saat menghadapi masalah turut berpengaruh pada proses tumbuh kembangnya.






