Dari Perfeksionis sampai Percaya Diri, 4 Watak yang Dikaitkan dengan Golongan Darah

Perfeksionis, kreatif, rasional, dan percaya diri menjadi empat karakter utama yang sering dikaitkan dengan golongan darah A, B, AB, dan O. Setiap gambaran itu juga memiliki sisi lain yang dinilai dapat menjadi tantangan dalam hubungan maupun pekerjaan.

Pembagian watak ini populer di Jepang melalui kepercayaan budaya bernama Ketsueki-gata. Teori tersebut tidak menetapkan kepribadian seseorang secara pasti karena sifat manusia dibentuk pula oleh pengalaman dan lingkungan.

Golongan DarahKarakter UtamaSisi Lain yang Dikaitkan
ASabar, introvert, sensitif, perfeksionisKeras kepala, mudah marah, terlalu sensitif
BKreatif, fleksibel, mandiri, penuh semangatPelupa, egois, kurang bertanggung jawab
ABTenang, rasional, empatik, terkendaliMenyendiri, kritis, ragu-ragu
ORamah, ekstrovert, aktif, percaya diriDominan, narsistik, tidak peka

1. Golongan Darah A

Golongan darah A umumnya digambarkan sebagai pribadi yang sabar, pendiam, dan memiliki kepekaan tinggi. Sifat perfeksionis membuat mereka dikenal teliti serta tekun dalam menjalankan pekerjaan.

Gambaran itu dikaitkan dengan kemampuan menjalankan peran kepemimpinan atau pekerjaan yang menuntut kecermatan. Namun, keinginan mencapai hasil sempurna juga disebut dapat memicu stres, kecemasan, kesulitan tidur, dan emosi yang mudah tersulut.

Pemilik golongan A dalam teori ini dapat memiliki standar tinggi bagi dirinya sendiri, tetapi tetap tampak kurang percaya diri. Mereka juga sering dipandang keras kepala dan mudah tersentuh oleh situasi di sekelilingnya.

2. Golongan Darah B

Golongan darah B dikaitkan dengan karakter yang fleksibel, kreatif, dan optimistis. Mereka disebut penuh semangat serta memiliki perhatian kuat terhadap tujuan yang ingin dicapai.

Sifat mandiri membuat golongan B digambarkan mampu menentukan arah tanpa banyak ketergantungan kepada orang lain. Mereka juga disebut dapat memadukan sikap santai dengan ambisi untuk menyelesaikan tugas hingga tuntas.

Di balik sifat individualisnya, golongan B dikaitkan dengan empati dan kemampuan memahami pandangan orang lain. Meski menyukai lingkungan yang damai, mereka kadang dianggap pelupa, egois, atau kurang bertanggung jawab.

3. Golongan Darah AB

Golongan darah AB disebut tenang dan rasional dalam menghadapi persoalan. Mereka juga digambarkan empatik, terkendali, serta tidak suka membesar-besarkan masalah kecil.

Sifat tersebut membuat pemilik golongan AB kerap dipandang sebagai teman yang menyenangkan. Akan tetapi, mereka juga dikaitkan dengan sikap pemalu dan penakut pada keadaan tertentu.

Golongan AB disebut tidak menyukai kekangan dan akan mencari cara sendiri ketika merasa dibatasi. Kecenderungan menyendiri, terlalu kritis, ragu-ragu, dan mudah curiga menjadi sisi lain yang dilekatkan pada kelompok ini.

4. Golongan Darah O

Golongan darah O digambarkan ramah, ekstrovert, aktif, dan memiliki rasa percaya diri yang besar. Kehangatan dalam berinteraksi disebut dapat membuat mereka meninggalkan kesan baik bagi orang lain.

Teori ini juga mengaitkan golongan O dengan sifat kreatif, fokus, mandiri, dan berani mengambil inisiatif. Karena itu, mereka sering dipandang memiliki kemampuan memimpin.

Namun, karakter yang kuat dapat dipersepsikan secara berbeda oleh orang lain. Golongan O disebut berpotensi terlihat dominan, narsistik, atau kurang peka dalam menghadapi orang di sekitarnya.

Bagian dari Kepercayaan Budaya

Di Jepang, golongan darah kerap digunakan sebagai bahan percakapan untuk melihat kecocokan romantis maupun potensi karyawan. Beautynesia mengutip The Minds Journal yang menyebut profesor Jepang Tokeji Furukawa pernah meneliti kaitan golongan darah dan kepribadian pada 1930.

Penelitian tersebut ikut membuat teori kepribadian berdasarkan golongan darah semakin dikenal luas. Meski tetap menarik untuk mengenali diri secara ringan, tidak ada satu golongan darah pun yang dapat merangkum seluruh karakter seseorang.

Baca Juga