3 Tablet Rp 4 Jutaan dengan Mode Mirip PC, Ruang Kerja Tak Lagi Sempit

Tablet kelas menengah kini mulai mengambil peran sebagai perangkat kerja ringkas, bukan sekadar layar tambahan untuk hiburan. Tiga model di kisaran Rp 4 jutaan menawarkan mode antarmuka mirip PC, multitasking, hingga dukungan AI untuk pekerjaan sehari-hari.

Perbedaan utama ketiganya terletak pada pendekatan produktivitas yang dipilih. Samsung mengandalkan mode desktop DeX, Xiaomi menawarkan layar besar serta HyperOS Workstation Mode, sedangkan Huawei menonjolkan aplikasi perkantoran dengan kemampuan lebih mendekati komputer.

ModelLayarFitur KerjaHarga Acuan
Samsung Galaxy Tab A9+ 5G11 inci, 90HzSamsung DeX, multi-windowRp 4 jutaan
Xiaomi Redmi Pad Pro / POCO Pad M112,1 inci 2.5K, 120HzHyperOS Workstation Mode, AIRp 4.199.000–Rp 4.399.000
HUAWEI MatePad 11.511,5 inci FullView DisplayPC-Level WPS Office, Multi-WindowRp 4,2 jutaan

Mode kerja tersebut akan lebih optimal bila dipadukan dengan keyboard dan mouse. Pengguna juga perlu mempertimbangkan RAM minimal 6 GB hingga 8 GB agar perpindahan aplikasi saat multitasking tidak mudah terhambat.

1. Samsung Galaxy Tab A9+ 5G

Samsung Galaxy Tab A9+ 5G ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan tampilan kerja lebih menyerupai komputer. Samsung DeX menghadirkan taskbar dan pengelolaan jendela aplikasi sehingga sejumlah aplikasi dapat dibuka secara terpisah.

Tablet ini mendukung koneksi mouse serta keyboard untuk mengolah dokumen dan menjalankan aktivitas multitasking harian. Layarnya berukuran 11 inci dengan refresh rate 90Hz, sementara konfigurasi perangkat tersedia hingga RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB.

Perangkat ini juga dibekali empat speaker dengan Dolby Atmos. Untuk fungsi kecerdasan perangkat, model tersebut disebut memiliki integrasi Galaxy AI dasar.

2. Xiaomi Redmi Pad Pro / POCO Pad M1

Redmi Pad Pro dan POCO Pad M1 menawarkan bidang kerja paling luas dalam daftar ini melalui layar 12,1 inci. Panel beresolusi 2.5K dengan refresh rate 120Hz memberi ruang lebih lega saat membuka dokumen, catatan, atau beberapa aplikasi.

Ekosistem Xiaomi menyediakan HyperOS Workstation Mode untuk mendukung pengelolaan pekerjaan. Tablet ini juga mendukung stylus dan keyboard eksternal, serta sinkronisasi antarpangkat dalam ekosistemnya.

Fitur HyperOS AI yang disebut tersedia mencakup AI Writing, AI Subtitles, dan Circle to Search. Kapasitas baterainya berada pada rentang besar hingga 10.000–12.000 mAh untuk mendukung pemakaian yang lebih panjang.

3. HUAWEI MatePad 11.5

HUAWEI MatePad 11.5 menempatkan aplikasi perkantoran sebagai nilai jual utama. PC-Level WPS Office pada perangkat ini mendukung penggunaan rumus kompleks dan pembuatan pivot table.

Kemampuan tersebut membuat tata letak serta fungsi kerja WPS Office lebih dekat dengan perangkat lunak komputer dibanding aplikasi perkantoran versi seluler yang lebih terbatas. Tablet ini memakai layar FullView Display 11,5 inci dan dijual di kisaran Rp 4,2 jutaan.

HarmonyOS menyediakan fitur Multi-Window untuk menjalankan lebih dari satu aplikasi dalam waktu bersamaan. Huawei Notes juga membawa AI Voice-to-Text yang dapat membantu mengubah suara menjadi teks saat membuat catatan kerja.

Aksesori dan Perangkat Lunak Perlu Diperiksa

Calon pembeli perlu mengecek kompatibilitas keyboard magnetik atau Bluetooth sebelum memilih tablet. Dukungan stylus dengan latensi rendah juga penting bagi pengguna yang banyak mencatat atau membuat anotasi.

Penyimpanan memadai dan pembaruan perangkat lunak menjadi faktor lain yang menentukan kenyamanan pemakaian jangka panjang. Ketersediaan aplikasi perkantoran dari tiap produsen pada akhirnya menentukan apakah tablet cukup sebagai pendamping laptop atau alternatif untuk kebutuhan tertentu.

Baca Juga