Asia dan Eropa mendominasi daftar negara dengan proporsi populasi ateis tertinggi yang mencakup 20 entri. Republik Ceko memimpin dengan 78,4 persen, sementara Jepang, China, Korea Selatan, dan Vietnam turut tercantum.
Di kawasan Oseania, Australia berada pada urutan ke-18 dengan 28,6 persen. Angka tersebut sama dengan Belarus, sedangkan Luksemburg menempati posisi terakhir dengan 26,7 persen.
Negara dengan Angka di Atas 50 Persen
Enam entri pertama memiliki proporsi lebih dari 50 persen, mulai dari Republik Ceko hingga China. Estonia dan Jepang sama-sama berada pada kelompok dengan angka sekitar 60 persen.
| Posisi | Negara atau Wilayah | Persentase |
|---|---|---|
| 1 | Republik Ceko | 78,4 persen |
| 2 | Korea Utara | 71,3 persen |
| 3 | Estonia | 60,2 persen |
| 4 | Jepang | 60 persen |
| 5 | Hong Kong | 54,7 persen |
| 6 | China | 51,8 persen |
| 7 | Korea Selatan | 46,6 persen |
| 8 | Latvia | 45,3 persen |
| 9 | Belanda | 44,3 persen |
| 10 | Uruguay | 41,5 persen |
| 11 | Selandia Baru | 39,6 persen |
| 12 | Mongolia | 36,5 persen |
| 13 | Prancis | 31,9 persen |
| 14 | Britania Raya dan Irlandia Utara | 31,2 persen |
| 15 | Belgia | 31 persen |
| 16 | Vietnam | 29,9 persen |
| 17 | Swedia | 29 persen |
| 18 | Australia | 28,6 persen |
| 19 | Belarus | 28,6 persen |
| 20 | Luksemburg | 26,7 persen |
1. Republik Ceko
Republik Ceko menempati puncak pemeringkatan dengan 78,4 persen. Angka itu menjadi yang tertinggi dalam daftar.
2. Korea Utara
Korea Utara berada di urutan kedua dengan 71,3 persen. Selisihnya dari posisi pertama mencapai 7,1 poin persentase.
3. Estonia
Estonia mencatat 60,2 persen pada posisi ketiga. Persentasenya hanya 0,2 poin di atas Jepang.
4. Jepang
Jepang berada di peringkat keempat dengan 60 persen. Negara ini menjadi salah satu representasi Asia di jajaran teratas.
5. Hong Kong
Hong Kong menempati urutan kelima dengan 54,7 persen. Angkanya masih melampaui separuh populasi menurut data tersebut.
6. China
China berada di posisi keenam dengan 51,8 persen. Entri ini menutup kelompok negara dengan angka di atas 50 persen.
7. Korea Selatan
Korea Selatan mencatat 46,6 persen di urutan ketujuh. Nilainya lebih tinggi daripada Latvia dengan 45,3 persen.
8. Latvia
Latvia berada pada peringkat kedelapan. Negara ini memiliki persentase populasi ateis sebesar 45,3 persen.
9. Belanda
Belanda menempati posisi kesembilan dengan 44,3 persen. Negara ini berada dalam kelompok Eropa dengan angka di atas 40 persen.
10. Uruguay
Uruguay berada di urutan kesepuluh dengan 41,5 persen. Posisi ini menjadikannya penutup 10 besar.
11. Selandia Baru
Selandia Baru mencatat 39,6 persen pada posisi ke-11. Angkanya berada sedikit di bawah 40 persen.
12. Mongolia
Mongolia berada di peringkat ke-12 dengan 36,5 persen. Persentasenya lebih tinggi daripada Prancis dan Belgia.
13. Prancis
Prancis mencatat angka 31,9 persen. Negara ini berada di posisi ke-13 dalam daftar.
14. Britania Raya dan Irlandia Utara
Britania Raya dan Irlandia Utara berada di urutan ke-14 dengan 31,2 persen. Selisihnya dari Prancis sebesar 0,7 poin persentase.
15. Belgia
Belgia menempati posisi ke-15 dengan 31 persen. Angka itu terpaut tipis dari posisi sebelumnya.
16. Vietnam
Vietnam berada di urutan ke-16 dengan 29,9 persen. Negara ini menjadi salah satu entri Asia di bagian akhir daftar.
17. Swedia
Swedia mencatat 29 persen pada peringkat ke-17. Nilainya terpaut 0,9 poin persentase dari Vietnam.
18. Australia
Australia memiliki persentase 28,6 persen. Negara ini menempati posisi ke-18 bersama rentang angka yang juga dicatat Belarus.
19. Belarus
Belarus tercantum di posisi ke-19 dengan 28,6 persen. Nilainya sama dengan Australia yang berada satu tingkat di atasnya.
20. Luksemburg
Luksemburg melengkapi daftar dengan angka 26,7 persen. Perbedaan antarnegara terlihat dari rentang 26,7 persen hingga 78,4 persen.
Daftar tersebut bersandar pada data Pew Research Center yang dipublikasikan pada 2022. Istilah ateis digunakan sesuai penyajian data tersebut, di tengah cakupan yang lebih luas mengenai penduduk tanpa afiliasi agama.
Pew Research Center mencatat sekitar 24,2 persen penduduk dunia tidak berafiliasi dengan agama dalam survei yang dirilis pada 2025. Perubahan sosial, pendidikan, serta kemajuan sains dan teknologi kerap dikaitkan dengan meningkatnya kelompok ini.






