2 Cara Belajar Mandarin dari Stella Christie untuk Membuka Peluang Kerja di Indonesia

Kemampuan bahasa Mandarin dapat menjadi bekal mahasiswa untuk mengakses peluang kerja yang tumbuh di Indonesia. Stella Christie menyoroti kebutuhan tenaga kerja berbahasa Mandarin di tengah besarnya investasi perusahaan China di dalam negeri.

Ia membagikan dua cara belajar yang berfokus pada paparan bahasa dan penggunaan aktif dalam percakapan. Saran tersebut ditujukan agar mahasiswa tidak hanya mengenali materi bahasa, tetapi juga mulai memakainya.

2 Cara Memulai Belajar Bahasa Mandarin

Stella mengaku baru mulai mempelajari bahasa Mandarin ketika menempuh studi sarjana di Harvard University, Amerika Serikat. Pengalaman itu menjadi dasar bagi saran praktis yang ia bagikan kepada mahasiswa.

No.Cara BelajarFokus
1Perbanyak dataKosakata dan tata bahasa
2BerkomunikasiPenggunaan bahasa secara aktif

1. Perbanyak Data untuk Memahami Bahasa

Data dalam pembelajaran bahasa, menurut Stella, mencakup kosakata dan tata bahasa. Mahasiswa dapat memperluas bahan belajar dengan mendengarkan bahasa Mandarin melalui drama China.

Menonton drama China memberi pelajar paparan percakapan dalam jumlah lebih banyak. Proses mendengar itu dapat membantu pelajar mengenali bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi.

“Tips gampang buat kalian nontonlah banyak-banyak dracin karena itu datanya banyak banget dan kalian bisa lebih banyak mendengar,” ujar Stella. Ia menekankan bahwa bahan dengar yang melimpah dapat membantu proses belajar.

2. Gunakan dalam Percakapan Sehari-hari

Stella menilai kemampuan bahasa tidak cukup dibangun hanya melalui kegiatan mendengarkan. Mahasiswa juga perlu mulai berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin dalam kehidupan sehari-hari.

Latihan percakapan memungkinkan pelajar memakai kosakata dan tata bahasa yang telah dipelajari. Cara ini membantu pembelajaran bergerak dari pengenalan materi menuju penggunaan bahasa secara langsung.

Alasan Bahasa Mandarin Bernilai bagi Karier

Saran belajar itu berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan China yang beroperasi di Indonesia. Banyak perusahaan dari China membuka cabang dan menjalankan kegiatan bisnis di berbagai sektor dalam negeri.

Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan terhadap pekerja Indonesia yang bisa berkomunikasi dalam bahasa Mandarin. Mahasiswa pun dapat mengejar kesempatan kerja dari Indonesia tanpa harus menjadikan China sebagai satu-satunya tujuan karier.

Stella menyampaikan pandangan itu melalui akun TikTok @prof_stellachristie saat membagikan informasi lowongan kerja. Ia menyebut pencarian kerja di China tidak selalu mudah, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di negara tersebut.

“Di Indonesia investasi Cina sangat besar dan banyak sekali membutuhkan tenaga kerja yang bisa bahasa Mandarin,” kata Stella dalam unggahannya. Pernyataan itu menegaskan hubungan antara aktivitas investasi dan kebutuhan keterampilan bahasa.

Akses Pembelajaran di Lingkungan Kampus

Perguruan tinggi di Indonesia disebut sedang menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar China untuk membangun lembaga pelatihan bahasa. Pusat pelatihan tersebut dapat memperluas akses mahasiswa yang ingin mulai belajar atau memperdalam kemampuan bahasa Mandarin.

Stella menyebut kampus dapat membangun pusat pembelajaran dengan dukungan Kedutaan Besar China. Fasilitas itu dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai ruang belajar di lingkungan perguruan tinggi.

Penguasaan bahasa asing dalam situasi ini tidak semata-mata berkaitan dengan kebutuhan akademik. Kemampuan bahasa Mandarin dapat menjadi keterampilan pendukung bagi mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri menghadapi komunikasi di perusahaan terkait bisnis China.

Baca Juga