Jangkauan 5G XLSmart Berpotensi Meluas, Ditopang Dua Spektrum Baru

XLSmart memperkuat langkah ekspansi jaringan 5G dengan mulai memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz secara bertahap. Kombinasi frekuensi ini ditujukan untuk memperluas layanan ke wilayah baru tanpa mengabaikan kualitas koneksi di area dengan penggunaan data tinggi.

Hingga semester I 2026, jaringan 5G XLSmart telah menjangkau 52 kota di Indonesia. Infrastruktur tersebut didukung sekitar 15 ribu BTS 5G dan disebut telah melayani sekitar 23% populasi nasional.

Penambahan spektrum menjadi faktor penting karena ekspansi 5G tidak hanya bergantung pada jumlah BTS yang dibangun. Operator juga perlu memiliki kapasitas frekuensi yang memadai agar jaringan tetap responsif ketika trafik data meningkat.

Peran Berbeda untuk Cakupan dan Kapasitas

Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki karakteristik berbeda, tetapi keduanya dapat saling melengkapi dalam pengembangan Jaringan 5G. Frekuensi rendah digunakan untuk membantu jangkauan, sedangkan frekuensi lebih tinggi berperan menghadapi kebutuhan bandwidth yang besar.

SpektrumKarakteristikFungsi untuk 5G
700 MHzFrekuensi rendahMemperluas jangkauan sinyal dan membantu penetrasi ke dalam bangunan
2,6 GHzBandwidth besarMenambah kapasitas data di kawasan padat dan pusat ekonomi

Spektrum 700 MHz dirancang untuk menjangkau area geografis yang lebih luas. Karakter frekuensi rendah juga membantu sinyal masuk ke dalam bangunan, sehingga relevan bagi upaya pemerataan konektivitas.

Sementara itu, spektrum 2,6 GHz dipakai untuk meningkatkan kapasitas jaringan saat lonjakan data terjadi. Pemanfaatannya dinilai penting bagi kawasan padat penduduk dan wilayah yang menjadi pusat kegiatan ekonomi.

Manfaat Tidak Hanya Diukur dari Jumlah Kota

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menekankan bahwa keberhasilan konektivitas digital tidak semata-mata diukur dari jumlah kota atau BTS yang terhubung. Menurutnya, jaringan perlu menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat dalam kegiatan sehari-hari.

Dalam keterangannya pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Merza menyebut momentum HUT ke-81 RI sebagai pengingat tentang pentingnya pemerataan akses digital. “Momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemajuan konektivitas digital harus memberikan manfaat nyata,” ujar Merza.

Jaringan berkecepatan tinggi dapat mendukung masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan digital dan layanan kesehatan. Bagi pelaku UMKM, koneksi yang stabil juga berpotensi membantu kelancaran operasional usaha serta pemanfaatan layanan digital.

Kebutuhan Industri dan Tantangan Perangkat

Di sektor industri, kapasitas jaringan yang lebih kuat dapat menopang penerapan teknologi seperti cloud computing, Internet of Things atau IoT, kecerdasan buatan atau AI, serta otomasi industri. Namun, perluasan layanan 5G masih membutuhkan ekosistem yang siap, termasuk perangkat dan aplikasi yang relevan bagi pengguna.

Merza menilai ketersediaan smartphone 5G dengan harga terjangkau menjadi salah satu tantangan besar dalam pemerataan teknologi ini. Masyarakat juga memerlukan penggunaan yang benar-benar bermanfaat agar 5G dapat dimanfaatkan secara optimal.

XLSmart berharap kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta pemangku kepentingan lain dapat diperkuat. Kerja sama lintas sektor tersebut diarahkan untuk mendukung keterjangkauan perangkat 5G dan memperluas fondasi konektivitas digital Indonesia.

Baca Juga