Wuling Aira EV yang semula disiapkan sebagai mobil listrik keluarga kini tampil dengan karakter lebih personal. Pemilik memasang pelek Maristar CSA produksi 1989, sebuah pilihan yang membuat tampilannya tidak lagi menyerupai unit standar pabrikan.
Ubahan tersebut tidak diarahkan untuk mengubah fungsi utama mobil. Wuling Aira EV tetap dipakai sebagai kendaraan kompak bagi berbagai aktivitas rutin keluarga di area perkotaan.
Modifikasi ringan dengan hasil berbeda
Pelek Maristar CSA buatan Australia menjadi bagian paling menonjol pada sektor kaki-kaki. Desain sederhana dari pelek lawas ini memberi sentuhan retro yang dinilai sesuai dengan proporsi bodi Aira EV yang mungil.
Pelek berukuran R15 itu memiliki lebar 7 inci dan offset 38. Pemilik memasangkannya dengan ban Accelera PHI berukuran 195/45.
Menurut pemilik, konfigurasi tersebut dapat dipasang dengan pas tanpa penyesuaian tambahan pada bagian lain kendaraan. Pilihan ini menunjukkan bahwa perubahan tampilan dapat dilakukan melalui komponen yang spesifik tanpa melakukan ubahan ekstrem.
| Komponen | Spesifikasi | Peran pada mobil |
|---|---|---|
| Pelek | Maristar CSA R15, 7 inci, offset 38 | Memberi identitas retro |
| Ban | Accelera PHI 195/45 | Dipadankan dengan pelek R15 |
| Roof box | RMX 300 liter dengan crossbar BFR | Menambah kapasitas barang |
Disiapkan untuk perjalanan rutin
Mobil ini dibeli pada ajang Gaikindo Indonesia International Motor Show atau GIIAS. Setelah itu, Wuling Aira EV digunakan untuk mengantar anak sekolah, pergi ke gym, les renang, serta keperluan keluarga lainnya.
Dimensi ringkas dan kemudahan pengoperasian menjadi alasan penting dalam pemilihannya. Kendaraan ini juga lebih sering digunakan oleh istri pemilik untuk mobilitas sehari-hari.
Pemilik yang dikenal lewat akun Instagram Bapack-bapack Kalcer menginginkan kendaraan harian yang tetap memiliki tampilan menarik. Arah modifikasinya menempatkan kenyamanan dan fungsi penggunaan sebagai pertimbangan utama.
Atap dimanfaatkan sebagai ruang simpan
Kepraktisan mobil turut ditingkatkan melalui penggunaan crossbar BFR dan roof box RMX berkapasitas 300 liter. Perangkat ini dibutuhkan karena kapasitas bagasi Wuling Aira EV terbatas ketika mobil membawa perlengkapan keluarga.
Roof box dapat dipakai untuk menyimpan barang, termasuk kebutuhan belanja bulanan. Dengan tambahan tersebut, mobil tetap dapat membawa muatan lebih banyak tanpa mengabaikan kegunaan sebagai kendaraan harian.
Otomotif Kompas mencatat fokus ubahan mobil ini berada pada penyegaran visual dan penambahan ruang penyimpanan. Tidak ada perubahan fungsi berkendara lain yang disebutkan dalam laporan tersebut.
Perpaduan pelek retro Australia dan roof box berkapasitas besar menciptakan dua manfaat sekaligus. Wuling Aira EV memperoleh tampilan yang lebih khas, sementara kebutuhan penyimpanan untuk aktivitas keluarga tetap terakomodasi.
Modifikasi ini memperlihatkan pendekatan yang terukur pada mobil listrik kompak. Identitas visual dibangun melalui pelek lawas, sedangkan kebutuhan praktis dijawab dengan pemanfaatan ruang di atap.






