Wajah Mencong hingga Nyeri Dada, Tanda Bahaya yang Tak Boleh Ditunggu

Wajah mendadak mencong, bicara pelo, atau nyeri dada seperti tertindih merupakan tanda bahaya yang tidak seharusnya ditunggu reda. Gejala tersebut dapat mengarah pada stroke atau serangan jantung, dua kondisi yang membutuhkan pertolongan medis cepat.

Menit-menit awal berperan besar dalam menentukan seberapa banyak fungsi otak maupun otot jantung yang masih dapat diselamatkan. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko kerusakan organ, kecacatan, dan komplikasi yang lebih berat.

Kenali Perbedaan Keluhan

Stroke terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen. Gejalanya dapat berupa wajah mencong, kelemahan atau baal pada satu sisi tubuh, sulit berbicara, bicara pelo, hingga gangguan keseimbangan.

Keluhan stroke dapat muncul secara mendadak dan berkembang cepat. Karena itu, perubahan pada wajah, kemampuan bicara, atau kekuatan tubuh perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

Dokter spesialis saraf Mayapada Hospital Jakarta Timur, dr. M. Yoga Riyananda Isioni, Sp.N, menegaskan pentingnya terapi cepat pada kondisi tersebut. “Semakin cepat pasien mendapatkan terapi dalam golden period, semakin besar peluang pemulihan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pada serangan jantung, sumbatan aliran darah menuju otot jantung dapat membuat jaringan jantung mulai rusak. Nyeri dada seperti tertindih menjadi salah satu gejala yang perlu diperhatikan dengan serius.

Rasa nyeri dapat menjalar ke lengan, bahu, rahang, atau punggung. Sesak napas, keringat dingin, dan mual juga dapat menyertai keluhan tersebut.

dr. Filemon W. Sondakh, Sp.JP, FIHA dari Mayapada Hospital Jakarta Timur menyebut nyeri dada seperti tertindih sebagai gejala yang patut diwaspadai. Penanganan cepat terhadap pembuluh darah yang tersumbat dapat memberi peluang lebih besar untuk menyelamatkan otot jantung.

Batas Waktu Penanganan

Di rumah sakit, penanganan stroke menggunakan target waktu door-to-needle. Istilah ini mengacu pada waktu sejak pasien datang hingga menerima terapi untuk membantu melarutkan sumbatan pembuluh darah.

Standar untuk tindakan tersebut adalah kurang dari 60 menit. Target itu diperlukan agar proses diagnosis dan terapi tidak menghabiskan waktu penting bagi jaringan otak.

Kondisi DaruratTargetStandar Waktu
StrokeDoor-to-needleKurang dari 60 menit
Serangan jantungDoor-to-balloonKurang dari 90 menit

Serangan jantung memiliki target door-to-balloon, yaitu waktu sejak pasien tiba sampai pembuluh darah jantung yang tersumbat dibuka melalui intervensi. Standar penanganannya ditetapkan kurang dari 90 menit.

Target tersebut menunjukkan bahwa kedatangan pasien ke rumah sakit hanyalah salah satu bagian dari penanganan. Diagnosis yang cepat, pilihan terapi yang tepat, dan kesiapan tim medis sama pentingnya agar masa kritis tidak terlewat.

Tak Hanya Stroke dan Serangan Jantung

Golden period juga penting dalam kasus trauma berat akibat kecelakaan atau jatuh dari ketinggian. Perdarahan hebat, gangguan jalan napas, dan kerusakan organ dapat memburuk cepat tanpa pertolongan segera.

Dalam layanan kegawatdaruratan, kolaborasi lintas bidang diperlukan untuk menangani kebutuhan pasien secara menyeluruh. CNBC Indonesia melaporkan dokter saraf, jantung, bedah, anestesi, radiologi, dan tenaga kesehatan lain dapat terlibat sesuai kondisi yang dihadapi.

Mayapada Hospital Jakarta Timur menyediakan layanan Emergency 24/7 dengan dokter spesialis yang siaga selama 24 jam. Layanan tersebut didukung protokol kegawatdaruratan sesuai standar internasional untuk membantu penanganan dalam golden period.

Gejala yang muncul mendadak dan mengarah pada gangguan otak, jantung, atau trauma berat perlu segera memperoleh pertolongan medis. Setiap detik penting ketika organ sedang kekurangan aliran darah dan oksigen.

Baca Juga