Dugaan Uranium Iran Dipindah ke Bunker Pickaxe, Trump Siapkan Serangan

Dugaan pemindahan sebagian uranium Iran ke fasilitas bawah tanah Pickaxe Mountain memicu ancaman serangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Israel juga meyakini Iran membawa sentrifus canggih ke lokasi yang sulit dijangkau tersebut setelah perang 12 hari.

Trump menyatakan area itu akan diserang dengan sangat keras, kemungkinan dalam waktu dekat. Ia menegaskan Iran tidak akan dapat melakukan sesuatu untuk mencegah serangan apabila operasi itu dijalankan.

Fasilitas bawah tanah di pusat perhatian

Pickaxe Mountain dikenal sebagai lokasi nuklir di selatan Teheran yang telah dipantau intelijen Israel selama berbulan-bulan atau lebih. Bangunan yang diperkuat dan posisi fasilitas jauh di bawah tanah menjadikannya target yang rumit.

Lokasinya di kawasan tengah Iran memperbesar kesulitan untuk kemungkinan operasi darat. Kondisi tersebut membuat Pickaxe Mountain memiliki tantangan berbeda dibandingkan fasilitas nuklir Iran lainnya.

Israel memperkirakan aktivitas dan pembangunan di lokasi itu meningkat setelah perang Israel-Iran pada Juni 2025. Namun, tidak ada rincian mengenai jumlah sentrifus atau uranium yang diyakini telah dipindahkan.

Cadangan sekitar 440 kilogram

Iran disebut memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya tinggi. Keberadaan material tersebut menjadi salah satu perhatian utama Israel dan AS dalam konflik yang melibatkan program nuklir Iran.

CNN melaporkan Iran meningkatkan upaya untuk menghalangi akses menuju cadangan uranium yang mendekati tingkat mutu senjata. Langkah itu dilaporkan dilakukan dengan meruntuhkan terowongan dan memasang jebakan ranjau peledak pada akses masuk.

Pada Desember, seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada CNN bahwa sejumlah sinyal, pernyataan, dan pesan mengarah pada dugaan Iran sedang mempersenjatai diri kembali. Pejabat itu menyebut Iran meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan serangan.

Berbeda dari tiga fasilitas yang telah diserang

AS menyerang Fordow, Natanz, dan Isfahan menjelang berakhirnya perang 12 hari antara Israel dan Iran. Pickaxe Mountain tidak menjadi sasaran pada operasi tersebut.

FasilitasStatus dalam perang sebelumnyaKeterangan lokasi
FordowDiserang ASIran
NatanzDiserang ASIran
IsfahanDiserang ASIran
Pickaxe MountainTidak diserangSelatan Teheran

Perbedaan status ini membuat Pickaxe Mountain menjadi perhatian baru setelah muncul dugaan perpindahan aset strategis Iran. Fasilitas tersebut kini disebut sebagai salah satu titik penting dalam ketegangan antara AS, Israel, dan Iran.

Pernyataan Trump

Trump menyampaikan ancamannya saat merespons pertanyaan mengenai kemungkinan sentrifus Iran dipindahkan ke Gunung Pickaxe di wilayah Natanz. Pernyataan tersebut dikutip Al Jazeera dan CNN International pada Selasa, 21 Juli 2026.

“Kami akan menyerang area itu dengan sangat keras, mungkin dalam waktu dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya,” kata Trump. Ia mengatakan biasanya tidak akan mengungkapkan rencana seperti itu bila lawan masih mempunyai kesempatan untuk menghalanginya.

Tidak ada penjelasan mengenai waktu pasti serangan, bentuk operasi, atau jenis persenjataan yang mungkin digunakan AS. Karena itu, ancaman tersebut belum disertai rincian mengenai langkah militer yang akan ditempuh.

Dugaan perpindahan uranium dan sentrifus ke Pickaxe Mountain belum disertai informasi publik tentang besaran aset yang berada di dalamnya. Meski demikian, pernyataan Trump menunjukkan fasilitas bawah tanah itu kini menjadi sasaran perhatian paling serius dalam ketegangan terbaru.

Baca Juga