Anak yang dibonceng sepeda motor masih kerap tidak dipakaikan helm, terutama untuk perjalanan dekat. Kondisi inilah yang mendorong PT TVS Motor Company Indonesia memulai program pembagian helm anak ber-SNI dari Karawang, Jawa Barat.
Pada Kamis (13/8/2026), perusahaan menyalurkan 100 helm kepada seluruh siswa kelas 5 dan 6 SDN Kutanegara II. Kegiatan itu menjadi tahap pertama program Safety Starts with You(th) yang menargetkan total 500 helm hingga 2027.
Karawang Menjadi Titik Awal Program
Target distribusi mencakup wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Melalui program ini, TMCI ingin membiasakan penggunaan perlindungan kepala sejak anak masih berada di usia sekolah.
Helm yang diberikan dibuat dengan desain khusus agar nyaman dan menarik bagi anak-anak. Namun, perusahaan tidak berhenti pada penyaluran produk karena pemahaman cara pakai dinilai sama pentingnya dengan ketersediaan helm.
Para siswa mendapat penjelasan mengenai kewajiban memakai helm saat naik motor bersama orang tua maupun ketika menggunakan ojek daring. Edukasi tersebut menempatkan anak sebagai penumpang yang tetap menghadapi risiko serius di jalan.
Penguncian Helm Menjadi Materi Utama
Personel Satuan Lalu Lintas Polresta Karawang, Aipda Syarif Hidayat, terlibat dalam sesi edukasi di sekolah. Polisi yang dikenal dengan sebutan Polisi Arif Karawang itu menerangkan ciri-ciri helm ber-SNI dan pemakaian yang benar.
Visor serta tali pengunci dagu atau chin strap menjadi bagian yang dijelaskan kepada murid. Tali perlu dikencangkan hingga berbunyi klik agar helm tidak mudah terlepas saat tubuh mengalami benturan.
Pendekatan langsung ini bertujuan mengubah anggapan bahwa helm hanya diperlukan untuk perjalanan jauh. Bagi anak, perlindungan kepala tetap relevan pada setiap perjalanan menggunakan sepeda motor.
Uji Jatuh Memperlihatkan Risiko Helm Palsu
Perbedaan antara helm standar dan helm berpenandaan SNI palsu diperagakan dalam demonstrasi uji benturan. Anak-anak menyaksikan dampak jatuh pada dua jenis helm tersebut, lalu mendapat kesempatan merasakan perbedaannya.
| Jenis Helm | Hasil Uji Benturan | Kondisi Visor |
|---|---|---|
| Helm SNI asli | Hanya mengalami goresan | Tidak pecah |
| Helm SNI palsu | Pecah menjadi dua bagian | Rusak |
Demonstrasi tersebut memberikan gambaran sederhana mengenai kualitas perlindungan yang berbeda. Pesan utamanya bukan hanya memakai helm, tetapi juga memastikan Helm SNI Anak yang digunakan memenuhi standar.
Hubungan Lama dengan Sekolah
SDN Kutanegara II dipilih sebagai sekolah pertama bukan tanpa alasan. TMCI pernah melakukan renovasi menyeluruh pada gedung dan fasilitas sekolah itu pada 2007.
Perusahaan juga meneruskan tradisi pemberian penghargaan tahunan kepada siswa berprestasi setelah renovasi dilakukan. Program keselamatan jalan ini memperpanjang keterlibatan perusahaan di lingkungan pendidikan setempat.
Regional Business Head TVS Indonesia & Singapore TVS Motor Company, Anthony Ho, mengatakan perhatian pada keselamatan jalan telah menjadi bagian dari kepedulian perusahaan sejak memproduksi kendaraan roda dua pada 1979. Menurutnya, perhatian itu tidak hanya tertuju kepada konsumen, melainkan juga generasi muda.
“Kami ingin generasi muda Indonesia bisa menikmati hidup yang lebih berkualitas lebih lama dengan memupuk kesadaran mengenai budaya aman dan selamat di jalan raya sejak dini,” kata Anthony dalam keterangannya. Kegiatan yang melibatkan guru, murid, dan jajaran manajemen ini menguatkan pesan Keselamatan Berkendara Anak sejak sebelum motor dijalankan.






