Troy Harold Yohanes Pantouw ditemukan terbaring tak bernapas di kamar Rusun ASN IKN, padahal masih beraktivitas normal sejak pagi. Juru bicara Otorita Ibu Kota Nusantara itu kemudian dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.25 Wita.
Dokter memastikan Troy meninggal karena sebab alami setelah ia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan medis juga disebut tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi menyampaikan keterangan tersebut setelah pemeriksaan dilakukan. “Pada pukul 14.25 Wita, dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami,” ujar Thomas.
Keluarga menyampaikan almarhum memiliki riwayat hipertensi dan rutin menjalani pengobatan. Keterangan keluarga itu melengkapi penjelasan medis mengenai penyebab meninggalnya Troy.
Sosok di Balik Komunikasi IKN
Dalam perannya sebagai juru bicara, Troy menjadi salah satu figur yang menyampaikan perkembangan pembangunan ibu kota baru kepada publik. Pengalamannya yang panjang di media dan korporasi menjadi modal dalam menjalankan tugas komunikasi tersebut.
Ia menempuh perjalanan profesional dari radio, televisi, perusahaan besar, hingga lembaga publik. Perpindahan lintas sektor itu membentuk rekam jejaknya sebagai praktisi komunikasi dan kehumasan.
| Periode Karier | Jabatan atau Peran |
|---|---|
| Industri radio | Penyiar dan reporter |
| Industri televisi | Penyiar, reporter, produser, dan produser eksekutif |
| PT Tirta Investama | Direktur Komunikasi Korporasi |
| Otorita IKN | Juru bicara |
Dari Surabaya ke Dunia Penyiaran
Troy mengawali kariernya sebagai penyiar dan reporter di sejumlah radio di Surabaya. Pengalaman awal tersebut membawanya berkembang menjadi produser sebelum memasuki industri televisi.
Di televisi, ia menjalankan berbagai peran mulai dari penyiar dan reporter hingga produser eksekutif. Bekal kerja di dunia penyiaran lalu menjadi fondasi penting ketika ia beralih ke bidang hubungan masyarakat.
Ia dikenal terbuka dan kooperatif saat menyampaikan informasi kepada publik. Sikap tersebut juga terlihat dalam pengalamannya menghadapi kebutuhan komunikasi ketika perusahaan berada dalam situasi krisis.
Kiprah di Komunikasi Korporasi
Sebelum bergabung dengan Otorita IKN, Troy pernah menjabat Direktur Komunikasi Korporasi PT Tirta Investama atau Danone-AQUA. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam sejumlah program komunikasi strategis perusahaan.
Salah satu program itu memberi akses air bersih kepada puluhan ribu masyarakat. Kiprahnya di bidang komunikasi turut mengantarkan Troy menerima PR Society Award pada 2013.
Penghargaan itu diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki pencapaian luar biasa dalam komunikasi dan kehumasan. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum memasuki pelayanan publik.
Jadwal yang Tidak Terlaksana
Sebelum ditemukan tak bernapas, Troy dijadwalkan berangkat ke Balikpapan untuk memimpin ibadah. Sopirnya kemudian mencoba menghubungi Troy menjelang waktu keberangkatan, tetapi tidak mendapat respons.
Kekhawatiran meningkat saat pintu kamar juga tidak mendapat jawaban dari dalam. Pintu akhirnya dibuka paksa dan Troy ditemukan terbaring di tempat tidur.
Otorita IKN segera membawanya ke rumah sakit untuk memastikan kondisi medisnya. Hasil pemeriksaan kemudian menyatakan bahwa ia telah meninggal dunia karena sebab alami.
Pendidikan dan Kenangan Rekan
Troy lahir di Surabaya pada 8 Mei dan menyelesaikan pendidikan S-1 Psikologi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Ia kemudian melanjutkan studi magister Media and Communication di Inggris.
Menurut Suara.com, Troy dikenal sebagai sosok sederhana meski memiliki perjalanan profesional yang panjang. Ia juga disebut dekat dengan keluarga dan kerap menyediakan waktu untuk beraktivitas bersama mereka.
Kepergian Troy meninggalkan jejak seorang komunikator yang meniti karier dari dunia penyiaran hingga pelayanan publik. Dalam tugas terakhirnya, ia menjadi bagian dari penyampaian informasi Otorita IKN kepada masyarakat.






